Laporan : Zoel
Muara Enim, Jodanews-–Lagi lagi Terjadi Kecelakaan di perlintasan rel kereta api yang tidak ada palang pintunya mengakibatkan sebuah mobil Isuzu jenis Panther bernopol BG 1553 DD diseret Kereta Api Batubara Rangakaian Panjang (Babaranjang) nomo CC 2041187 Dipo Induk KPT sejauh 40 meter saat melintas rel di wilayah Simpang makam Pahlawan rumah tumbuh Kelurahan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim. Jumat (3/2/2017). Untungnya nyawa pengendara mobil, Bambang (40) warga Tanjung Enim bisa selamat, namun mobil yang dikendarainya ringsek setelah mesin mobilnya mati mendadak saat berada ditengah rel perlintasan kereta api. Informasi yang dihimpun dilapangan, bahwa Kereta Api ini melintas dari arah Tanjung Enim hendak menuju Palembang. Anggota DPRD Muara Enim Kasman mengatakan,” Saya sangat geram sudah berkali kali bicara pada PT.KAI, segera memasang Palang Pintu Kereta Api pada perlintasan yang sering dilalui masyarakat, dan kita lihat sekarang ini sudah memakan korban kembali, sampai kapan PT.PKAI memikirkan keselamatan nyawa masyarakat Muara Enim, apalagi masyarakat semakin banyak melalui tempat perlintasan tersebut, ditambah kereta api juga sering lalu lalang melakukan aktivitasnya,”ujarnya..”Pikirkan keselamatan nyawa Masyarakat Muara Enim, dan perhatikan dimana perlintasan perlintasan yang harus dipasang palang pintu bagi masyarakat yang sering dilaluinya atau pun dilintasinya, “ungkapnya. Warga yang sempat kami wawancarai di lapangan herli juga mengatakan, “saya warga Muara Enim menyarankan kepada pihak PT.PKAI segera memasang palang pintu untuk keselamatan nyawa kami, dan kami dukung pak Kasman selaku anggota DPRD Muara Enim, yang peduli terhadap nyawa masyarakat mengenai palang pintu perlintasan hendak dipasang.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan S.Ik M.Si melalui Kasat Lantas Polres Muara Enim . AKP Adik Listiono S.Ik didampingi Kanit Laka Ipda Gultom membenarkan kejadian tersebut. “Ya sebenarnya untuk palang pintu jalan rel kereta api ini kami sudah melakukan berbagai tindakan dengan pihak PT.KAI dari mengirim surat hingga pembicaraan langsung dan ditanggapi hal tersebut telah diajukan oleh pihak PT.KAI dan tinggal menunju anggarannya turun. “pungkas Adik Listiono. (Editor Jonheri).








