Laporan: Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews -Diduga stres, akibat tak dapat menahan beban karena telah gagal mengikuti pencalonan kepala desa (Kades). Membuat Andi Aprizal (38), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Jumat (3/2/2017). Andi ditemukan tewas gantung diri di bekas kamar mandi di rumahnya di Jalan Mayor Santoso, RT 24 RW 09, Kelurahan 20 Ilir D III, Kecamatan IT I Palembang. Informasi yang dihimpun, Andi pertama kali ditemukan tewas tergantung oleh ibunya Soleha (70), saat hendak buang air kecil ke kamar mandi, Jumat (3/2/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Tiba – tiba , Soleha kaget melihat ada yang tergantung di belakang kamar mandi. Setelah dilihat ternyata yang tergantung adalah anak laki – kakinya. Soleha pun langsung mengabari suami dan anak – anaknya yang lain. Kemudian dilaporkan ke kantor polisi setempat. Akibat dari penemuan mayat tersebut, semua warga RT 24 langsung berhamburan datang ke rumah almarhum Andi. Untuk melihatnya. Kapolsekta IT I, Palembang Kompol Rivanda mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh ibunya di bekas kamar mandi. ” Korban ini diduga mengalami sedikit stres karena saat pencalonan kepala desa ia kalah, kemudian sampai sekarang juga belum mendapat pekerjaan dan korban masih bujangan,” bebernya. Dikatakan Rivanda, usai tim identifikasi datang ke rumah korban untuk mengevakuasi jasadnya. Keluarga sepakat tidak perlu di bawa ke rumah sakit untuk di visum. ” Usai tali nylon yang digunakan korban di putus tim iden Polresta, Palembang. Kemudian Ayah korban dan kerabat lainnya, memutuskan untuk tidak membawa korban ke rumah sakit,” ujarnya. Selain itu, atah korban juga sudah melihat bahwa tidak di temukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban. ” ini Murni meninggal karena gantung diri, dan hari ini (kemarin-red) langsung di kebumikan di TPU Kamboja,” pungkasnya. (editor elan)








