Laporan: Dharma/Heki
PALI, Jodanews – Jika tidak halangan pada akhir 2017 mendatang, jembatan Payu Putat yang menghubungkan Kabupaten PALI dengan Kota Prabumulih sudah bisa dimanfaatkan warga. Menyusul telah dianggarkannya dana pembebasan lahan oleh Pemprov untuk pembebasan lahan jalan penghubung kedua daerah tersebut.
“Jembatan saat belumbisa dimanfaatkan masyarakat untuk menyeberang, karena belum adanya akses jalan menuju Kota Prabumulih.Namun di akhir tahun ini, dipastikan bisa dilalui kendaraan baik dari PALI menuju Prabumulih atau sebaliknya,” ujar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel Rizal Kenedi.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan bahwa provinsi sudah menganggarkan dana Rp 7 miliar untuk membebaskan lahan warga yang ada di Kelurahan Payu Putat Kecamatan Prabumulih Barat untuk dijadikan jalan penghubung dua daerah tersebut.
“Warga sudah bisa bolak-balik PALI-Prabumulih melalui jembatan Payu Putat di akhir tahun ini, dan tidak lagi jauh-jauh berkeliling melalui Simpang Belimbing yang jaraknya lebih jauh hampir dua kali lipat. Sebab lahan warga yang ada di kota Prabumulih bakal dibebaskan memakai APBD provinsi,” ungkapnya saat menghadiri undangan resepsi pernikahan warga Desa Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI,Kamis (19/1).
Dengan dibukanya akses penghubung PALI-Prabumulih melalui jembatan Payu Putat, diharapkan Dewan Asli Purun PALI ini, roda ekonomi masyarakat di dua daerah itu bisa berjalan lebih cepat lagi.
“Intinya masyarakat bisa mudah dan cepat menuju Prabumulih atau sebaliknya.Sebab otomatis biaya transportasi bisa dipangkas karena jarak lebih dekat, dengan demikian diharapkan perekonomian masyarakat dua daerah ini bisa berkembang,” harapnya. (Editor Elan)








