Laporan Marshal
MUARA ENIM, JI – Terkait memperihatinkannya, kondisi jalan menuju komplek Perumahan Bara Lestari di Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul. Pihak PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Muara Enim mengaku tidak tau dan belum ada koordinasi dari pihak PT Bukit Asam untuk mengatasi kondisi jalan ini.
“Kita belum tahu dan belum ada koordinasi dari pihak PT BA. Mengenai kondisi jalan menuju jalan tersebut,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Muara Enim, Ir H A Yani Heriyanto.
Dikatakan Yani, jika memang perumahan itu merupakan pemukiman yang sudah disediakan oleh PT BA atas relokasi masyarakat eks Bukit Munggu dan Bedeng Kresek jelas itu harus diselesaikan. Namun, pihak PT BA sampai saat ini belum ada koordinasi dengam pihaknya.
“Mungkin bisa saja PT BA yang akan membangunnya (jalan) nanti,” ujarnya.
Diketahui, dilapangan masyarakat disini merupakan warga relokasi eks Bukit Munggu dan Bedeng Kresek yang digusur untuk kegiatan penambangan batubara, dengan memindahkannya ke komplek Bara Lestari di Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim.
Jalan tersebut belum dilakukan pengerasan menggunakan batu krokos. Sehingga jika musim penghujan saat ini, badan jalan tersebut sangat becek dan berlumpur. Kondisi itu, membuat masyarakat korban penggusuran kegiatan penambangan ini benar-benar harus menderita merasakan kondisi jalan ini. Padahal, sebelum digusur, pihak PT BA telah berjanji akan menyiapkan fasilitas di lokasi yang baru tersebut.
Seperti jalan diaspal, penerangan lampu listrik dan sarana air bersih. Namun pada kenyataannya, jalan tersebut belum juga diaspal maupun dilakukan pengerasan. Yang dipenuhi baru sebatas penerangan listrik PLN dan sarana air bersih yang baru tahap uji coba.
“Inilah kondisinya, kalau mau dilihat dilapangan,” katanya (editor: Elan)








