Laporan Pendam II/Swj
PALEMBANG, Jodanews – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 tahun 2016, sejak tanggal 20 September 2016 hingga saat ini, Rabu (5/10) telah memasuki 15 hari waktu yang dialokasikan. Program TMMD ini merupakan salah satu upaya mewujudkan ruang juang, alat juang, dan kondisi juang dan memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, serta menjadi terobosan yang efektif, efisien dan produktif dalam akselerasi pembangunan desa. Kapendam II/Swj Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar,S.IP menjelaskan, bahwa di wilayah Kodam II/Swj, program TMMD dilaksanakan di enam (6) Kabupaten. Memasuki hari ke – 15, program TMMD di 6 wilayah Kodam II/Swj rata-rata telah mencapai kemajuan pembangunan fisik rata-rata sebesar 55,5 %. Dikatakan Kapendam II/Swj, bahwa program TMMD di wilayah Kodim 0423/Bengkulu Utara, yang berupa pembukaan dan pembuatan jalan penghubung, gorong-gorong, pembuatan jembatan dan pembuatan pos kamling, sudah mencapai kemajuan rata-rata 35 %. Sedangkan, di wilayah Kodim 0416/Bute, dengan kegiatan fisik berupa pembuatan jalan baru, box culver, jembatan, gorong-gorong, jamban keluarga, rehab masjid dan gedung olahraga sudah mencapai kemajuan rata-rata 65,1 %. “Di wilayah Kodim 0421/Lampung Selatan, dengan kegiatan fisik berupa pembuatan badan jalan dan jembatan, rata-rata telah rampung 46 %. Sedangkan, di wilayah Kodim 0424/Tanggamus Kabupaten Tanggamus, berupa pembukaan badan jalan, pembuatan siring kanan kiri jalan, pembuatan jembatan sementara, dan pengerasan jalan dengan sirtu, telah mencapai rata-rata 63,25%,” terang Pendam II/Swj. Untuk wilayah Kodim 0404/Muara Enim, dengan kegiatan fisik berupa pembuatan jalan, plat dekker, rehap mushola, pembuatan MCK, pos kampling, rehap TPA dan sumur bor telah selesai rata-rata 73,2 %. Sedangkan, di wilayah Kodim 0414/Belitung Timur dengan sasaran pembuatan akses jalan dan pembuatan serta pemasangan plat dekker telah selesai rata-rata 50,25 %. Kapendam II/Swj menambahkan bahwa SatgasTMMD di masing-masing wilayah dengan kekuatan 150 prajurit ini diwajibkan untuk tinggal di rumah warga masyarakat dan hidup bersama-sama masyarakat. Dengan tinggal bersama masyarakat, prajurit TNI dapat ikut merasakan suka duka sebagai layaknya sebuah keluarga, sehingga dapat menyelami dan memahami kehidupan setiap penduduk secara nyata, terjalin hubungan kekeluargaan yang menjadi pilar utama kemanunggalan TNI rakyat. “Selain kegiatan fisik, dilaksanakan juga pembangunan non fisik, seperti penyuluhan bela Negara, Kamtibmas, pertanian, perkebunan, kesehatan, kehutanan, narkoba dan lain sebagainya, yang merupakan hasil kerjasama dengan Dinas/Instansi yang ada di daerah,” terang Pendam II/Swj. (Editor Jon Heri)








