Home HL Kepala BAPPEDA Undang Awak Media Jelasakan dana Gerbang Serasan

Kepala BAPPEDA Undang Awak Media Jelasakan dana Gerbang Serasan

127
0

Laporan Zoel

MUARA ENIM, jodanews – Menanggapi masalah berita simpang siur Gerbang Serasan Muara Enim yang mencuat di media online, Mendapatkan perhatian dari Kepala BAPPEDA Muara Enim Dr.Ir.H.Abdul Nadjib MM mengundang beberapa awak media untuk menjelaskan dana gerbang serasan tersebut. Kepala BAPPEDA Muara Enim Dr.Ir.H.Abdul Nadjib Menjelaskan Gerbang serasan merupakan peraturan daerah, sehingga bukan milik pribadi, posisi saya sebagai ketua sekretariat gerbang serasan, koordinator nya pak sekda, penanggung jawabnya bupati. Saya menjadi ketua sekretariat gerbang serasan mulai tahun 2008 sampai 2009. Sementara sebelum itu posisi saya kadin peternakan dan perikanan, waktu itu saya cuma sekedar anggota. “Sejak tahun 2009 saya menduduki sebagai ketua sekretariat Gerbang Serasan dengan pola gerbang serasan yang diperbaharui. Sejak tahun 2001 Gerbang serasan sudah digagas dan dilaksanakan oleh bupati H.kalamudin bersama dengan Bank Sumsel Babel, saat itu polanya adalah pemda menyimpan dana dalam bentuk Giro beku sebagai jaminan kredit khusus yang diberikan mereka kepada masyarakat atau petani. “Ungkapnya. Lanjutnya Kredit khusus itu diberikan dengan bunga khusus 9% Pertahun sementara di Giro beku itu pemerintahan mendapat jasa giro 3% sampai 6%, dan jasa dari giro beku itu tidak diambil oleh pemerintah, tapi di subsidikan kepada peserta gerbang serasan untuk membantu bunga mereka kegiatan berjalan dari tahun 2006 – 2007 rupanya hasil pemeriksa BPK ada peraturan PP No 54 tahun 2004 tidak boleh menyimpan dana APBN sebagai jaminan pihak ketiga sehingga harus distop. Masih katanya Karena di stop, maka waktu itu bupati H.Kalamudin memanggil saya, waktu itu saya masih menjadi kadin peternakan dan perikanan, bagaimana cara harus memodifikasi tanpa harus meletakkan uang pemda di bank, maka di modifikasi jadilah seperti sekarang tidak menitipkan uang di BANK tetapi mengoptimalkan skim kredit perbankan yang ada di BANK SUMSEL BABEL dan BRI. “Kita hanya mensubsidi bunga kepada petani penerima kredit gerbang serasan 3% sampai 6% sisanya. Sejak tahun 2009 kita hanya menyediakan dana untuk subsidi bunga dan premi asuransi jiwa. Kalau masyarakat atau petani meninggal bebas tidak bayar. Datanya lengkap dan di audit setiap tahun oleh BPK. “Urainya. “Bahas dana yang diberitakan itu bukan 35 M tetapi 31 M dana itu diambil karena memang diperintah oleh BPK tapi yang mengambil bukan saya, tapi jaman waktu itu pak khairudin. Dari dana 31 M memang ada sekitar 7 M untuk kegiatan kegiatan gerbang serasan yang tidak berhasil. Gerbang serasan yang saat itu ada sektor perikanan, perkebunan, pertanian,  dan lain lain. Dan dana itu tidak ada diselewengkan. “Katanya. Lebih lanjut dijelaskannya, BPK memeriksa tidak main main, uang sedikit saja lagi masih dapat ditemukan.
Dengan keberhasilan keberhasilan gerbang serasan ini kita banyak mendapatkan penghargaan. “Kita akan menindak lanjuti gerbang serasan ini menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Gerbang Serasan dan sudah di proses. Dan rencananya di akhir tahun kita akan Launching BPR Gerbang Serasan dan sahamnya dari pemda sudah menyediakan dana sebesar 9 M. “Tutupnya. (Editor Jon Heri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here