Home HL Hadi Tomi : Masyarakat Jangan Mudah Percaya Isu

Hadi Tomi : Masyarakat Jangan Mudah Percaya Isu

139
0

Laporan Armadi

Banyuasin, Jodanews – Terkait adanya isu tentang Lelang Karet Ilegal, meresahkan Hadi Tomi (50), Ketua kelompok Tani Dwi Karya Baroqah, RT 29 Dusun 7 dan RT 32 Dusun 8 Desa Lalang Sembawa Kecamatan Sumbawa Kabupaten Banyuasin membantah. Menurut mereka usaha yang mereka kelola merupakan usaha Kelompok Tani masyarat, Khususnya Kecamatan. “Ini usaha milik bersama, jadi masyarakat jangan mudah percaya sama isu tersebut, karena apa yang ditudingkan oleh masyarakat itu tidak seusai dengan kenyataan yang ada. Mulai dari kolam penampungan limbah sampai ke struktur organisasi kelompok kita miliki semua”, terangnya. Senin, (17/10). Selain itu juga lanjut Hadi, mereka berniat untuk meningkatkan kualitas dan mutu karet di Kecamatan Sumbawa, kalau soal izin resmi belum ada, namun dalam proses. “Barusan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyuasin yang mengambil sempel, Sekrataris Camat pun sudah datang kesini namun belum ada yang komplain, bahkan kata mereka tidak ada pencemaran baik di kolam 1, 2 dan 3, semuanya baik “, ujarnya menirukan. Sementara itu Dendi, wakil ketua menerangkan bahwa dirinya sudah menyediakan tiga kolam penampungan untuk pembuangan limbah. “Ini suatu klarifikasi kepada masyarakat bahwa jangan khawatir soal isu-isu tersebut, sebab mulai dari penampungan limbah sampai ke izin dan sebagainya sudah dalam proses”, tegasnya. Dilanjutkannya, untuk saat ini ada sekitar 100 orang lebih anggota yang terdiri dari berbagai kelompok se-Kecamatan Sumbawa yang datang menjual karetnya disini. “Kita membuka harga Rp. 8.765 perkilo gram, dengan kalkulasi 15-20 ton tergantung dengan cuaca. Kita bukan sistem pelelangan namun hanya menampung dan menerima masyarakat maupun kelompok yang ingin menjual disini”, tukasnya. Terpisah Andi (37) warga pulau harapan menganggap bahwa usaha Kelompok Tani Dwi Karya Baroqah ini sangat membantu masyarakat, selain harga tinggi juga transparan dalam penimbangan. “Kami sangat terbantu dengan usaha ini, karena selain harganya tinggi juga menampung keluhan dari masyarakat”, pungkasnya. kepada pihak BLH Ketika di hubungi wartawan Jodanews via telpon belum ada tanggapan. (Editor Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here