Laporan : Meida Sari
PALEMBANG , Jodanews-Sungguh malang yang dialami korban bernama Eko Adriano (31), yang merupakan Petugas Patroli Dishub Kota Palembang. Pasalnya ia telah menjadi korban pengeroyokan, saat sedang melakukan patroli di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan salah Sekolah Dasar Swasta di Palembang, Kamis (29/9) sekitar pukul 10.00 Wib. Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian. Petugas Patroli saat itu sedang melakukan penertiban parkir di depan sekolah SD Swasta tersebut. Saat akan memasang kunci tiba-tiba saja pemilik mobil tidak suka dan langsung berteriak-teriak. Sehingga membuat para supir yang saat itu juga hendak menjemput pun ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban. ” Ada gesekan di lapangan saat melakukan penertiban karena sering terjadi macet,” kata Eko, saat ditemui usai membuat laporan di Mapolsekta IT I Palembang. “Kamis (29/9) siang. Dikatakan Eko, saat itu ia sedang melaksanakan patroli parkir. Karena terjadi emosi, jadi awalnya coba memisahkan. ” Ada sekitar 5 orang yang mengeroyok dan memukuli saya, kena di bagian leher dan di pipi . Sebenarnya tidak ada masalah cuma terpancing emosi saja, sehingga terjadilah penggeroyokan,” bebernya. Terpisah, Kabid Danlop , Israneldi di dampingi Kepada Uptd Parkir Edi Kusnerdi mengatakan beberapa hari ini, pihaknya sedang melakukan penertipa parkir khususnya di sekolah – sekolah yang sering kali terjadi kemacetan. ” Orang tua murid, terkadang memarkirkan mobilnya di badan jalan sehingga mengakibatkan kemacetan jadi harus kita tertibkan. Karena tidak terima jadi beberapa supir melakukan pengeroyokan terhadap anggota kita,” ujarnya. Menurutnya, karena adanya kejadian ini pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak sekolah. ” Sudah menemui kepala sekolah dan yayasan sekolah, untuk penertiban parkir akan tidak terjadi kemacetan,” ungkapnya.Sementara, Kapolsek IT I, AKP Rivanda mengatakan pihaknya sudah menerima laporan mengenai pengeroyokan yang dilakukan beberapa oknum. ” Ada satu yang diamankan yakni Herman, namun masih menjadi saksi. Dan kejadian ini masih kami dalami,” jelasnya. (Editor Jonheri)








