Laporan : Aben
PALI, Jodanews-Angkutan batu bara memang seperti buah simala kama, di satu sisi angkutan batu bara di jalan umum merupakan pelanggaran, namun di sisi yang lain angkutan batu bara merupakan sumber penghidupan sebagian masyarakat sebagai sopir pengangkut batu bara. Dan pelanggaran inilah yang memberikan ruang bagi sebagian oknum-oknum untuk ikut menikmati hasilnya dengan melakukan pungutan liar (Pungli) di jalan-jalan terhadap kendaraan pengangkut batu bara.
Namun lambat laun karena Pungutan Liar ini semakin banyak dijalan-jalan mengakibatkan para sopir pengangkut batu bara sangat merasa tertekan.Banyaknya pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum-oknum di jalan-jalan memotivasi Ratusan sopir angkutan batubara dari Kabupaten Lahat menuju pelabuhan dermaga PT EPI(Energy Primah Indonesia) melakukan unjuk rasa. Unjuk rasa ini mereka gelar di jalan PT.EPI di Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Kamis (29/09/2016). Secara kompak para sopir pengangkut batu bara ini menghetikan kendaraan mereka di jalan PT EPI, akibatnya ada sekitar satu kilo kenderaan mereka terparkir di sepanjang jalan PT.EPI.Mereka melakukan orasi, meminta kepada penegak hukum di NKRI untuk bertindak adil. Karena mereka menganggap selama ini mereka beroperasi sebagai sopir pengangkut batu bara selalu dihadapkan pada keluhan banyaknya pungutan liar (Pungli) di jalan-jalan yang dilakukan oleh semua elemen elemen, yang mengatas namakan LSM ” Kami minta penegak hukum untuk bertindak adil ” Teriak Hendra (38th) salah satu sopir pengangkut batu bara. Dalam orasinya Hendra juga mengungkapkan bahwa mereka selama ini sangat mengeluhkan maraknya pungutan liar dijalan-jalan, ,”sedang kami para Sopir biaya transport perjalanan sangat minim sekali, sangat pas-pasan ucap Hendra. ” Kami berharap kepada aparat Penegak Hukum untuk dapat bertindak tegas kepada oknum-oknum yang sering memalak kenderaan batu bara dijalan-jalan, jangan pandang bulu.kami juga mau beri anak dan istri kami makan pak, ujar Hendra. Kata senada juga disampai oleh Sopir batu bara yang lain, Jeki (40th) mengatakan kalau mereka sopir pengangkut batu bara juga masyarakat dan rakyat Indonesia yang butuh perlindungan dan keamanan, untuk ini kami meminta kepada aparat hukum untuk dapat bertindak tegas kepada oknum oknum yang melakukan pungutan liar dijalan-jalan, jangan pandang bulu ujarnya. Unjuk rasa ini berlangsung damai, ada berkisar dua jam an para sopir melakukan orasinya, setelah itu mereka melanjutkan lagi perjalanannya menuju Pelabuhan Dermaga PT.EPI. (Editor Jonheri)









