Home HL Siloam Hadirkan Klinik Memory Khusus Penderita Penyakit Lupa

Siloam Hadirkan Klinik Memory Khusus Penderita Penyakit Lupa

140
0

Laporan Ofie

PALEMBANG, Jodanews  – Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang menggelar edukasi kesehatan mengenai Demensia, sebuah penyakit gangguan memori. Selain menggelar edukasi, kegiatan tersebut juga dalam rangka peresmian klinik Memory Aging Centre (MAC) yang memberikan pelayanan khusus untuk pengobatan penyakit Dimensia terdiagnosis atau penyakit pikun/dimensia.  Dr Jimmi Sabirin SpS Spesialias Syaraf, mengatakan jangan anggap enteng dengan yang namanya penyakit lupa atau pikun. Masyarakat terkadang menganggap penyakit lupa dikarenakan pengaruh dari usia yang sudah lanjut. Namun penyakit lupa harus di waspadai karena akan berakibat fatal dan bisa menyebabkan kematian.  Penyakit pikun yakni penurunan kemampuan kerja otak yang berlangsung secara progresif sehingga berujung pada gangguan otak atau dikenal dengan penyakit Dimensia. Penyakit lupa atau pikun sering disebut juga  dengan nama Alzhmeir. Dr. Jimmi menjelaskan dimensia yakni proses penyakit dengan rendahnya fungsi otak atau kemampuan kerja otak menurun yang berlangsung secara progresif yang mengakibatkan gangguan berpikir, mengingat, mental emosi dan perilaku. Umumnya yang terkena penyakit ini adalah orang orang yang usianya sudah lanjut atau diatas 65 tahun. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga pada usia lebih muda atau sering di sebut dimensia dini.  “Siapa yang mengidap penyakit ini biasanya seseorang dengan usia lanjut, dengan kisaran umur yakni 65 ke atas, namun penyakit ini juga bisa muncul pada usia lebih muda atau dikenal dengan Demensia dini,”katanya. Ia mengatakan, dilihat dari tingkatan pengidap dimensia berdasarkan jenisnya, maka Demensia Alzhemier paling banyak terjadi yakni 60 – 80 persen, sedangkan Demensia Vaskuler berkisar 20 persen, lalu Demensia Lewi Bowl sekitar 15 sampai 20 persen, dan Demensia Fronto Temporal sebesar 5 sampai 20 persen. “Sisa Demensia jenis lain yakni sekitar 5 persen, Demensia bisa timbul secara campuran dimana di bagian otak bisa terjadi Demensia Vaskuler dan Demensia Alzhemier,” katanya. Lebih jauh ia mengatakan, gejala setiap jenis Demensia memiliki tanda yang berbeda beda, misalnya pada Demensia Alzhemier, gejalanya lebih kepada daya ingat, dimana penderita akan mengalami cepat lupa, terutama pada memori baru serta tidak dapat mengulang-ngulang pertanyaan. Selain itu, penderita juga akan kesulitan untuk berbicara dan berbahasa, sehingga berujung pada ketidak-mampuan untuk mengambil keputusan.“Tingkat laku dan kejiwaan akan terganggu, karena muncul sifat apatis, depresi hingga delusi (berhalusinasi). Ukuran otak pada penderita akan mengecil akibat dari Demensia Alzhemier tersebut,”katanya. Sedangkan, untuk gejala demensia vaskuler lebih pada pengaruh penyakit lain seperti adanya stroke secara pengaruh hipertensi, diabetes hingga gangguan jantung dan prilaku suka merokok. Tanda-tanda dari penyakit stroke seperti Hemipraresis dan Disfagia juga menjadi contohnya. “Demensia tidak terjadinya tiba-tiba, karena stroke memori seseorang bisa mengalami penurunan hingga kelupaan,”jelasnya. Lebih lanjut dr.Jimmi menjelaskan dengan telah dibukanya klinik Memory di RS. Siloam Sriwijaya tidak hanya hanya diperuntukkan untuk pasien yang telah terkena penyakit Dimensia tetapi juga untuk masyarakat yang ingin melakukan deteksi awal.  Test pemeriksaan di klinik ini dilakukan oleh Tim Khusus yang telah dilatih yaitu Dokter Spesialis Saraf Dengan dilengkapi dengan ruangan khusus agar pasien menjadi nyaman dalam melakukan serangkaian tes pemeriksaan serta konseling.  Klinik dibuka setiap hari Selasa dan Kamis pukul 08.00 sd 12.00. selama pembukaan Klinik Memory ini memberikan potongan harga sebesar 20 persen bagi para pasien yang mengambil paket pemeriksaan.(Editor Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here