Laporan: Aben Setiawan
| PALI, Jodanews- Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kabupaten PALI mendesak Pemkab PALI untuk meninjau kegiatan studi banding kades se-Kabupaten PALI ke Kota Bandung Jawa Barat tahun 2016. Karena biaya yang dikeluarkan cukup fantastis mencapai Rp 42.700.000 untuk masing-masing kepala desa yang bersumber dari dana desa. “Kegiatan itu perlu ditinjau dan diperhatikan seecara serius oleh Pemerintah Kabupaten PALI karena yang dipergunakan tersebut adalah uang rakyat,” ujar Imam Suranto, Ketua MKGR Kabupaten PALI. Dikatakan Imam Suranto studi banding kepala desa ke Kota Bandung dianggap kurang tepat sasaran, apa yang bisa diambil perbandingan di Kota Bandung untuk diterapkan di desa nantinya. Dia juga meminta lembaga berwenang untuk mengaudit biaya perjalanan studi banding tersebut karena diduga kuat ada penyimpangan dan terkesan hanya hura-hura saja. “Saya berharap kalau ditemukan penyimpangan, mohon ditindak tegas dan di usut sesuai hukum, jangan dibiarkan berlarut-larut, ” tegas Imam. Sementara itu Kepala BPMPD Kabupaten PALI, saat dikonfirmasi portal ini, Rabu (14/07) tidak memberikan jawaban (editor: Elan) |
||||








