# Tak Ada Satupun Polisi Yang Bertindak
Laporan Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Aksi tawuran yang kerap terjadi, di Jalan Cempaka Kecamatan Ilir Barat I membuat warga sekitar resah. Tak hanya resah, warga sekitar pun juga takut aksi tawuran ini dapat merusak rumah mereka. Tawuran antara dua kelompok remaja yang terjadi di Jalan Cempaka, Jumat (29/7) sekitar pukul 00.00 wib, menggunakan senjata tajam (Sajam) mulai dari pedang, tombak, parang dan juga menggunakan kayu dan batu. Saat satu kelompok remaja menyerang, kelompok yang diserang mundur. Begitu pula sebaliknya, ketika kelompok remaja yang diserang membalas menyerang, kelompok yang sebelumnya diserang mundur. Tidak ada yang mengetahui sebab utama timbulnya tawuran dan saling serang antara dua kelompok remaja. “Sering terjadi tawuran memang, tapi tidak tentu waktunya. Mereka ini membawa pedang, parang, tombak, kayu atau batu. Mereka tidak memikirkan warga di sekitar, pokoknya saling serang menggunakan senjata yang mereka bawa,” ujar Adi warga sekitar ketika ditemui. Saat terjadi tawuran, warga sekitar tidak berani mendekat dan hanya melihat aksi tawuran tersebut dari dalam rumah atau dari kejauhan. Karena, takut menjadi korban aksi tawuran yang terjadi. Remaja yang terlibat aksi tawuran ini secara membabi buta melempar batu atau mengayunkan pedang dan parang yang mereka bawa ke arah lawannya. Sehingga, warga sekitar hanya memilih untuk tetap berada di dalam rumah atau melihat dari kejauhan ketika terjadi tawuran. Hal ini dilakukan ketimbang menjadi korban dan salah sasaran dari aksi tawuran yang sangat meresahkan ini. “Tawuran sudah sangat meresahkan meski memang tidak berlangsung lama hanya setengah jam atau satu jam. Namun sangat disayangkan, ketika terjadi tawuran tak ada satu pun polisi yang bertindak,” ucapnya. Sementara, Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara ketika dikonfirmasi akan menindaklanjuti bila memang sering terjadi tawuran antar remaja yang membuat resah warga sekitar. “Akan kami tingkatkan patroli dan langkah-langkah preventif lainnya agar tidak kembali terjadi tawuran,” katanya. (Editor Jon Heri)








