Laporan: Marshal
MUARA ENIM, jodanews – Tim Safari Ramadhan dari Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu
Pemerintah Kabupaten Muaraenim mendatangi desa terpencil yaitu Desa Kayu Ara Batu Kecamatan Muara Belida, Selasa (27/6). Untuk menuju Kecamatan Muara Belida harus di tempuh dengan jalan darat sekitar 4 jam dan untuk ke desa Kayu Ara Batu lokasi safari Ramadhan sekitar satu jam naik Speed Boad. dengan rute perjalanan dari kota Muaraenim menuju ke Palembang masuk simpang Patra Tani stop di harapan Mulya menuju Kayu Ara Batu harus naik Speed Boad. Sesampai di desa tersebut tim Safari disambut Kades di Desa Kayu Ara Batu yang dikunjungi Tim Safari Ramadhan dari Kabupaten Muaraenim dan dari Kecamatan Muara Belida. Usai berbuka puasa dan sholat maghrib di rumah Kades setelah itu sholat isya dan tarawih di Mesjid Muhajirin desa setempat, setelah sholat tarawih acara syafari ramadhan di mulai dari penyerahan bingkisan dari Bupati Muaraenim yang disampaikan oleh Ketua Tim Safari Ramadhan dari SKPD Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu H Haris Munandar, SE. “Sudah dua tahun ini kami melaksanakan safari ramadhan, jika sebelumnya hanya mengikuti bupati dan wakil bupati. Tapi pada dua tahun ini diserahkan ke SKPD,” ungkapnya. Sementara penceramah dari Tim Safari Kabupaten Muaraenim Marsal mengatakan puasa Ramadhan adalah yang sangat dimulyakan Allah SWT.
Bulan ramadhan adalah merupakan bulan istimewa yang dimulyakan bagi orang-orang yang bertaqwa dan ladang amal bagi orang-orang shaleh, ramadhan bulan yang agung, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuliakan-Nya di banding bulan-bulan lainnya. Bulan dilipatgandakan pahala dan diampuninya dosa-dosa kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberikan kemuliaan kepada tiap sepuluh hari pada bulan ramadhan terutama sepuluh hari terakhir ramadhan.
Sebagian ulama membagi bulan ramadhan dengan tiga bagian,yaitu sepuluh hari pertama ramadhan dinamakan terbukanya pintu Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang menunaikan shaum,Sepuluh hari kedua atau pertengahan dinamakan Magfirah yaitu di Ampuninya-Nya segala dosa-dosa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sepuluh hari terakhir bulan ramadhan dinamakan pembebasan dari api neraka. Sebagaimana yang diterangkan dalam hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam’ :
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“Awal bulan Ramadan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”
Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan kurang lebih sebagai berikut :
“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun ‘alaihi
Pertama : Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serius dalam melakukan amaliah ibadah lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Keseriusan dan peningkatan ibadah di sini tidak terbatas pada satu jenis ibadah tertentu saja, namun meliputi semua jenis ibadah baik shalat, tilawatul qur`an, dzikir, shadaqah, dll.
Kedua : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan istri-istri beliau agar mereka juga berjaga untuk melakukan shalat, dzikir, dan lainnya. Hal ini karena semangat besar beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam agar keluarganya juga dapat meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Sesungguhnya itu merupakan ghanimah yang tidak sepantasnya bagi seorang mukmin berakal untuk melewatkannya begitu saja.
Ketiga : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 Terakhir ini, demi beliau memutuskan diri dari berbagai aktivitas keduniaan, untuk beliau konstrasi ibadah dan merasakan lezatnya ibadah tersebut.
Keempat : Pada malam-malam 10 Terakhir inilah sangat besar kemungkinan salah satu di antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Suatu malam penuh barakah yang lebih baik daripada seribu bulan. ungkapnya. (editor : Elan)








