Laporan : Gelek john
PEDAMARAN, Jodanews-Banyak yang tak mengetahui kalau sebelumnya, ibunda, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Hj Kordiah pernah bertugas selama empat tahun di Kecamatan Pedamaran, persisnya di desa Pedamaran 3. Hj Kordiah bertugas sebagai bidan desa pada tahun 1960 an. Selama mengabdi di Kota Tikar banyak warga yang sebelumnya proses persalinan dibantu dukun, saat itu mulai menggunakan jasa bidan dalam proses persalinan.” Saya salah satunya lahir dibantu oleh bidan Kordiah” kata Ibnu Hajar, yang saat ini menjabat Sekdes Pedamaran 3. Berdasarkan cerita ayahnya, nama Ibnu Hajar merupakan nama pemberian bidan Kordiah.” Karena akrabnya dengan keluarga kami, ayah dengan ibu Kordiah mengaku angkat-angkatan” kata Ibnu Hajar yang saat ini berusia 3 tahun. Menurut pria yang akrab disapa Barap Benu ini, sosok bidan Kordiah pada saat itu dikenal dimasyarakat sangat ramah.” Selain orangnya baik, beliau juga orangnya cantik, ia namanya juga bidan” ujar Benu. Dikatakan Benu, Hj Kordiah bertugas setelah bidan Halimah dari Kayuagung. Setelah bidan Halimah pindah tugas, bidan Kordiah yang menggantikannya.” Saat itu Tito masih sangat kecil sekali” ungkapnya. Setelah sekitar empat tahun bertugas di Pedamaran, kata Benu, bidan Kordiah pindah tugas ke Palembang. Kemudian digantikan bidan Solina ibunda Krisnaldi, SH mantan anggota DPRD OKI dari Partai Golkar.” Setelah beliau pindah tugas komunikasi terputus, maklum saat itu belum ada HP.” terangnya. Sejak menculnya sosok Tito Karnavian, yang menjadi calon tunggal Kapolri, Ibnu Hajar, teringat sosok bidan Hj Kordiah ibunda Tito, yang pernah bertugas di Pedamaran tahun 60 an.” Beliau dulu tidak tinggal di rumah dinas, melainkan ngontrak di bawah rumah warga desa setempat.” ujarnya. Untuk mengobati kerinduannya terhadap Ibu angkatnya, Benu meminta bantuan adiknya yang tinggal di Palembang mencari alamat bidan Kordiah, di Jalan Kapten Arivai Palembang, kawasan Tanggo Buntung.” Akhirnya adik saya berhasil menemukan alamat Hj Kordiah.”ucapnya. Lanjut Benu, saat adiknya bertandang ke rumah Hj Kordiah di Palembang, ia tak mengenali adiknya maklum saat itu sang adik belum lahir.” Kamu siapa? ” kata Hj Kordiah bertanya kepada adik Benu seperti ditirukan Benu. “Adik saya akhirnya mengaku bahwa ia adalah anaknya almarhum Malu Kamil dari Pedamaran.”ungkapnya. Sontak diusia yang tak muda lagi, Hj Kondisi mengenali nama itu.” Dimana kakakmu Ibnu Hajar.”tanya Hj Kordiah saat itu. Sang adik yang diketahui bernama Gilik ini, akhirnya memberikan nomor HP Ibnu Hajar.”Assalamualaikum, apa kabar kamu nak, sekarang kamu harus ke Palembang jangan tidak, ingat aku yang kasih nama kamu Ibnu Hajar itu.” kata Hj Kordiah, seperti diucapkan Ibnu Hajar. Sabtu (26/6/2016), bersama keluarganya Ibnu Hajar berkunjung ke rumah ibu angkatnya Hj Kordiah di Palembang, untuk mengenang masa-masa sang bidan ketika bertugas di Pedamaran puluhan tahun silam, Ibnu Hajar mambawa makanan khas Pedamaran, Pekasam (ikan yang dipermentasikan dengan nasi putih hingga rasanya berubah asam saat dimasak) dan kue Petis yakni sebentuk kue lapan jam yang rasanyamanis.”Wah enak sekali, sayang saya lagi puasa cabo kalau bukan bulan puasa langsung saya makan.”kata Benu menirukan perkataan Hj Kordiah. (Editor Jonheri)








