Home HL Satu Keluarga Korban Pembunuhan Diotopsi ke RS Bhayangkara Palembang

Satu Keluarga Korban Pembunuhan Diotopsi ke RS Bhayangkara Palembang

138
0

Laporan : Meida Sari

PALEMBANG, Jodanews – Belumlah satu bulan pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Banyuasin, kini kembali terjadi, Kali ini terjadi di daerah OKU Timur (OKUT), pembunuhan satu keluarga yakni Tiga jenazah terdiri dari, laki-laki, perempuan dan anak laki-laki yang ditemukan di perkebunan sawit perbatasan antara Desa Sribulan dan Desa Sukajaya, Kecamatan Buay Madang Timur, Kamis (16/6). Hal itu terungkap dari keterangan Gianto (37) dan Sutarno (50) yang taklain adalah keluarga korban ketika ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Jumat siang (17/6). Gianto (37), warga Desa Tanjung Agung Muara Enim mengatakan, ketiga korban bernama Giarno (30), Siswanti (30), dan Reza Bagus Oratama (9), yang ketiganya merupakan warga Desa Gedung Agung Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat. “Ketiganya satu keluarga, terdiri dari, suami dan isteri (Giarno dan Siswanti) serta anak (Reza Bagus Oratama). Kalau saya adalah kakak kandung dari korban Giarno,” ungkapnya. Diungkapkannya, dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari pihak kepolisian. Untuk memastikan apakah korban merupakan adiknya kemudian ia mengecek ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. “Setelah melihat ketiga jenazah di rumah sakit ini, saya yakin itu adik saya. Sebab dari ciri fisiknya sama persis, saya tak menyangka adik saya dan keluarganya dibunuh seperti ini. Untuk siapa pelakunya saya belum tahu, biarlah polisi yang menyelidikinya,” katanya. Lanjut Gianto setahu saya, di Lahat korban dan keluarga selama ini tidak ada musuh. Bahkan prilaku korban juga sangat baik dan tak pernah bayak ulah. “Korban itu jualan bakso di rumahnya di Desa Gedung Agung Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat. Tidak tahu mengapa jasad korban saat ditemukan ada di OKUT, mungkin usai dibunuh korban dibuang pelaku di lokasi tersebut,” jelasnya. Labih jauh dikatakan Gianto, jika isteri adiknya bernama Siswanti saat ini sedang hamil. Ia tak menyangka dan tak memiliki firasat apapun jika adiknya dan keluraga bisa dibunuh sadis. “Isteri korban (Siswanti) yang juga dibunuh saat ini sedang hamil muda. Korban orang yang sangat baik, saya tak menyangka akan seperti ini,” tandasnya. Sedangkan Sutarno (50), warga Desa Tegal Rejo Tanjung Enim menambahkan, jika dirinya merupakan paman dari korban Siswanti. Dirinya dan keluarga mengetahui korban tewas dibunuh setelah mendapat kabar dari pihak kepolisian. “Keponakan saya Siswanti ini sudah lama menikah dengan suaminya Giarno, saat ini mereka memiliki satu anak yakni Reza. Kini ketiganya sudah meninggal dunia bahkan saat dibunuh keponakan saya Siswanti sedang dalam keadaan hamil muda,” ujarnya. Sementara Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol Soesilo Pradoto mengungkapkan, ketiga jenazah korban diterima pihaknya untuk diotopsi, Jumat dini hari (17/6) pukul 02.30 WIB dari penyidik Polres OKUT. “Memang dari informasi pihak yang mengaku sebagai keluarga ketiga jenazah, jika para korban ini merupakan satu keluarga. Tapi, untuk memastikan identitas korban kita masih perlu melakukan otopsi dari itulah ketiga jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan otopsi,” terangnya. Dilanjutkan Kabid Dokkes, dikarenakan jenazah ketiga korban baru diterima dan belum dilakukan otopsi maka pihaknya belum dapat memberikan keterangan korban meninggal dunia karena apa. “Namun dilihat dari tubuh para jenazah tersebut, ketiganya korban diduga pembunuhan. Sebab, di bagian belakang tubuh para korban banyak terdapat luka-luka sayatan senjata tajam,” jelasnya. Lebih jauh dikatakannya, ketiga korban terdiri dari:l, jenazah laki-laki, jenazah perempuan dan jenazah anak laki-laki. Sedangkan untuk jenzah yang perempuan informasinya sedang hamil. Namun itu baru keterangan dan informasi, sebab untuk kepastiannya pihaknya masih menunggu hasil dari otopsi. “Jadi untuk kepastian lebih lanjut, ketiga jenazah korban segara dilakukan otopsi guna kepentingan penyelidikan penyidik,” tutupnya. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here