Laporan : Meida Sari
PALEMBANG, Jodanews – Kasus pembantaian satu keluarga Giarn (36), Siswanti (35), dan anak laki-laki mereka yang masih berusia sembilan tahun, Reza Bagus Oratama yang diketahui asal Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, yang mayatnya ditemukan di akses jalan perkebunan sawit perbatasan Desa Sribulan, Kabupaten OKU Timur menjadi perhatian serius pihak Polda Sumsel, mulai menemui titik terang. Tahap awal penyelidikan, aparat Ditreskrimum Polda Sumsel yang membackup Polres Lahat langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kediaman korban. Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, hasil sementara dari olah TKP tersebut ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa ketiga korban. “Kita temukan sejumlah barang bukti yang kemungkinan digunakan pelaku untuk membunuh korban. Namun untuk barang buktinya apa saja yang ditemukan, kita belum bisa menyebutkan. Yang jelas pelaku menghabisi nyawa korban dengan menggunakan senjata tajam,” ungkap Daniel. Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengolahan di tempat kejadian guna mencari tahu cara pelaku masuk ke dalam rumah korban. Termasuk memeriksa kerusakan pada pintu dan jendela rumah korban yang di duga, menjadi akses utama para pelaku masuk. “Kita juga masih mendalami motif para pelaku nekat membunuh korban. Dugaan kita bisa jadi perampokan karena ada sesuatu yang dicari dan diambil pelaku di rumah korban. Hal itu dilihat dari kondisi rumah korban yang acak-acakan,” terangnya. Namun sampai sejauh ini, Daniel belum bisa menyimpulkan jenis barang-barang berharga apa saja yang diambil oleh pelaku. Sebab, tidak ada yang mengetahui secara pasti apa saja yang dimiliki korban di rumahnya. “Belum diketahui barang apa saja yang hilang. Kita masih akan meminta keterangan keluarga korban. Saat ini keluarga korban tidak ada di tempat. Sementara warga sekitar tidak ada yang tahu tentang kehidupan korban,” jelasnya. Tidak hanya itu, kediaman salah seorang warga setempat yang terduga pelaku juga tak luput dari pemeriksaan dan penggeledahan pihak kepolisian. Pemeriksaan dan penggeledahan tersebut didasari lantaran barang bukti yang ditemukan polisi, diduga kuat milik tetangga yang rumahnya persis bersebrangan dengan kediaman korban. “Namun saat dilakukan pemeriksaan, warga tersebut tidak ada di tempat. Rumah tersebut dalam keadaan sepi,” tukasnya. (Editor Jonheri)








