Home HL Mentan Gelar Gerakan Penanaman Perdana Intercroping Jagung Peremajaan Tanaman Karet

Mentan Gelar Gerakan Penanaman Perdana Intercroping Jagung Peremajaan Tanaman Karet

134
0

laporan : Penrem 044/Gapo.

Palembang,jodanews – Menteri Pertanian (Mentan) Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP dan anggota DPR RI Komisi lV Syofwatilah Moh Zaib, S.Sos.I gelar Gerakan penanaman perdana intercroping (tumpang tindih) jagung pada peremajaan tanaman karet , di Desa Pulau Garapan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, seluas 10 Ha dari total 4.000 Ha dan Desa Mulyasari Sukatani Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin seluas 900 Ha dari keseluruhan 7.000 Ha untuk peremajaan karet yang sudah CP/CL, Kamis (9/6).
Menteri Pertanian Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP mengatakan Kabupaten Banyuasin merupakan penerima bantuan dari Kementan terbesar di Indonesia, yang semula menerima bantuan sebesar 384 Milyar naik menjadi 1,24 Trilyun (kenaikan 662%). “Pemerintah sangat memperhatikan pertanian, karena Indonesia merupakan daerah agraris yang seharusnya sudah swasembada pangan namun sebagian hasil pertanian masih diimpor, untuk itu program intercroping ini merupakan salah satu upaya peningkatan pendapatan petani,” ungkapnya.
Sementara Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian SH mengatakan, terimakasih diselenggarakannya program Intercroping jagung dan kedelai pada peremajaan tanaman karet, dalam rangka meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan nilai tambah bagi petani yang ada di Banyuasin, karena disinyalir harga karet saat ini masih rendah, dan penanaman jagung belum terbiasa. “Maka diperlukan bimbingan tehnik kepada petani, sedangkan untuk tanaman padi diwilayah Banyuasin telah memenuhi target sebesar 1.481.000 ton gabah giling,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut  Gubernur Sumsel H Alex Noerdin  diwakili Sekda Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan, luas tanaman karet di wilayah Sumsel 1,2 juta Ha, sedangkan Sumsel belum ada pabrik bahan baku karet seperti pabrik Ban, sehingga hasil getah karet dibawa keluar Sumsel pada akhirnya harga murah. “Untuk itu, diharapkan kedepannya dapat dibangun pabrik bahan baku karet untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Banyuasin merupakan kawasan ekonomi khusus, kendala yang dihadapi masyarakat petani di Sumsel adalah kelembagaan petani antara plasma dan inti, infrastruktur areal jalan perkebunan dan Kabupaten,” kata Mukti. Sementara itu anggota DPR RI Komisi IV Bpk Syifwatillah Mohzaib, S. Sos.I. menyampaikan daerah Banyuasin termasuk daerah yang paling banyak menerima bantuan dari Menteri Pertanian berupa alat mesin pertanian maupun bibit-bibit tanaman. “Banyuasin merupakan lumbung pangan Sumsel yang memerlukan perhatian pemerintah untuk dipertahankan dan ditingkatkan,” Pungkasnya.
Dalam acara program intercroping selain penanaman jagung juga dilaksanakan penyerahan bantuan berupa Power Thresher Multiguna sebanyak 7 unit, Com Sheller sebanyak 14 unit dan Com Combine Harvester sebanyak 2 unit oleh Menteri Pertanian kepada Pemkab Banyuasin.
Hadir dalam acara tersebut Kasdam II/Swj, Aster Kasdam II/Swj, Bupati Banyuasin, Kasrem 044/Gapo, Dandim 0401/Muba, Kapolres Banyuasin, Kasiter Korem 044/Gapo, Pabung Banuasin dan SKPD Kab. Banyuasin. (Editor : Jon Heri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here