Home EMPAT LAWANG Empat Lawang Kawanan Bandit Kembali ‘Menggila’

Empat Lawang Kawanan Bandit Kembali ‘Menggila’

141
0

Laporan : Agus Subhan Bakin

EMPAT LAWANG, Jodanews – Naas memang yang dialami Yusup bin Stur (58) warga desa Kemang Manis kecamatan Tebing Tinggi, niat dari rumah ingin mencari nafkah untuk menghidupi anak istri di rumah, malah berujung maut. Yusup tewas dirampok yang diduga dilakukan oleh penumpangnya sendiri pada Sabtu (18/06) sekitar pukul 21.30 WIB di kampung Talang Gunung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang. Informasi yang dihimpun, kejadian berawal Yusup tiba di pasar Tebing Tinggi, mendapati ke dua calon penumpang, yang minta di antar ke Talang Gunung kecamatan Tebing Tinggi. Setiba di Talang Gunung kecamatan Tebing Tinggi, pada pukul 21.00 wib. Kedua tersangka mulai melancarkan aksinya, Yusup ditusuk dada sebelah kiri tembus ke bagian belakang,Yusup sempat melarikan diri dengan menggunakan motor yang dikendarainya. Korban sempat melarikan diri menggunakan sepeda motor miliknya jenis Yamaha Vega dengan nomor polisi BG 2378 S. Yusup hendak meminta pertolongan ke keluarganya di Pensiunan Kecamatan Tebing Tinggi. Setiba di rumah kerabatnya di Pensiunan Yusup sempat memberitahukan kepada kerabatnya bahwa dirinya telah dirampok. Setelah mendengar perkataan Yusup, kerabat Yusup langsung melarikan Yusup ke RSUD Tebing Tinggi, saat tiba di RSUD Tebing Tinggi, karena alat tidak memadai untuk perawatan Yusup, korban langsung dirujuk ke RSUD Lubuk Linggau. Setiba di Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas sekira pukul 23,30 wib, Yusup meninggal dunia di perjalanan saat hendak dirujuk menuju RSUD kota Lubuk Linggau. Sekarang mayat Yusup dibawa kekediamannya di Desa Kemang Manis kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihak Polres Empat Lawang. Di lokasi berbeda, sekitar pukul 10.00 WIB, di Jalan Lintas Kabupaten Desa Baturaja Baru Kecamatan Tebing Tinggi, Hawia (42) salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Desa Sugiwaras Kecamatan Tebing Tinggi, yang baru pulang berbelanja di Pasar Tebing Tinggi, harus merelakan sepeda motor miliknya, kepada perampok jalanan yang diduga sudah melakukan pengintaian di kawasan jalan tersebut. Tak hanya harus merelakan Honda Revo miliknya, Hawia harus menahan perih di bahu sebelah kiri karena mengalami luka sayatan senjata tajam (sajam), akibat sabetan sajam yang diduga jenis golok yang digunakan pelaku begal saat merampas motor yang dikendari Hawia seorang diri itu. Pelaku yang diduga tidak sendirian itu, membawa kabur sepeda motor milik Hawia ke arah jalan baru di Dusun Pagar Jaya (Beringin 17) perbatasan antara Desa Baturaja Baru dengan Desa Sugiwaras. “Saya dari pasar bawa belanjaan, tiba di lokasi kejadian, tepatnya setelah Jembatan Desa Baturaja Baru, di kawasan jalan patah, motor saya kan tidak bisa ngebut. Tiba-tiba dari pinggir jalan, ada seseorang yang langsung memegang motor saya dan meminta paksa motor saya sembari mengancungkan golok,” cerita Hawia kepada wartawan. Dia mengaku tidak mau merelakan begitu saja motor yang dikendarainya itu, namun perampok yang diakuinya berjumlah satu orang tersebut, menyabetkan sajam ke bahu sebelah kiri korban sebanyak tiga kali, hingga akhirnya korban menyerahkan sepeda motor yang masih belum lunas kreditnya itu. “Beruntung baju yang aku pakai cukup tebal, karenanya aku cuma mengalami luka sayat. Kalau belajaan dari pasar, berhamburan di tengah jalan, karena mereka (begal, red), langsung membuangnya setelah berhasil rebut motor aku,” katanya Hawia didampingi Kepala Desa (Kades) Sugiwaras, Nasponi Aidi usai melaporkan kejadian tersebut ke Polres Empat Lawang. Sementara itu Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim AKP Nanang Supriyatna membenarkan jika Sabtu (18/6) telah terjadi perampokan di Desa Baturaja Baru Kecamatan Tebing Tinggi dan pada malam harinya terjadi di Talang Gunung. “Ya memang benar, siang harinya perempuan yang menjadi korban perampokan. Namun kalau untuk korban yang tewas di Talang Gunung masih dalam penyelidikan, sebab motornya tidak hilang,” ungkap Nanang , Minggu (19/6). Selanjutnya Nanang meminta, agar masyarakat lebih waspada saat berkendaraan, apa lagi saat melintasi jalan yang sepi. “Kita pinta sekarang masyarakat agar lebih waspada,” pintanya. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here