Home HL Bupati Lahat Tingkatkan  Pengembangan Peninggalan Sejarah Aset Wisata Alam

Bupati Lahat Tingkatkan  Pengembangan Peninggalan Sejarah Aset Wisata Alam

139
0

Laporan: Idham

LAHAT, jodanews–Peninggalan megalit harus menjadi aset wisata alam. Pemkab Lahat optimis, jika generasi muda mengenal megalit lebih dini, maka kedepan bukan tak mungkin, aset peninggalan masa prasejarah tersebut akan menjadi suatu ‘produk’ unggulan yang sangat berharga, khususnya dibidang wisata edukasi.
Hal tersebut dikatakan Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai SE saat membuka pameran megalit Pasemah Tradisi Selaras Alam kemarin (13/6), di gedung olahraga (GOR) Bukit Tunjuk. Pada pameran itu ditampilkan batu megalit zaman pra sejarah. “Dinas pendidikan harus pro aktif mengenalkan aset megalit ke pelajar dan bila perlu diagendakan seminggu atau sebulan sekali untuk datang meninjau megalita,” ungkap Aswari.
Selain itu, peran serta masyarakat khususnya yang berada disekitar batu megalit untuk merawat dan menjaga harus ada, karena Pemkab Lahat tidak mungkin dapat mengawasi satu persatu tanpa adanya dukungam dari warga. “Pameran seperti ini sangat penting dilakukan, agar masyarakat tidak melupakan megalit ditengah kemajuan zaman dan peran kita untuk menyampaikan kepada generasi penerus. Untuk Lahat sendiri, jumlahnya mencapai 1001megalit dan tempatnya terpisah-pisah dan itu merupakan salah satu anugerah yang besar bagi kabupaten Lahat,” ujar Aswari.
Terpisah, Kepala Arkeologi Provinsi Sumsel, Budi Wiyana menuturkan, pihaknya sendiri sangat mengapresiasi atas apa yang dilakukan Pemkab Lahat untuk menjaga dan melestarikan batu megalit, saat ini benda peninggalan prasejarah yang ada di Kabupaten Lahat sudah menjadi perbincangan hangat hingga keluar daerah bahkan luar negeri. Pameran itu dilakukan dengan harapan cita-cita untuk menjadikan megalit sebagai salah satu aset wisata bisa terwujud. “Batu megalit yang ada dikelola oleh badan Arkeologi Jambi. Lahat pernah meraih rekor MURI sehingga harus dijaga kelestariannya hingga kr anak cucu,”pungkasnya. (editor: Elan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here