Laporan : Armadi
BANYUASIN, jodanews – Guna memacu penggunaan teknologi informasi sebagai pendukung kompotensi tednopreneur SMK/SMA pada dunia usaha dan industri, SMKN I Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin menggelar seminar teknologi informasi bekerjasama dengan PWI, Universitas Bidadarma dan Dishubkominfo Banyuasin.
Seminar ini dibuka Bupati Banyuasin diwakili Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin.Drs.H.Umar Usman. Adapun narasumber, untuk PWI disampaikan Kasi Hukum PWI Sumatera Selatan Suprapto Ramadhan SH, dari Universitas Binadarma. Rahma Shanti Zinaida. M. Ikom dan Dishub Kominfo Banyuasin. Seminar sehari ini dihadiri siswa dan guru SMA/SMK se Kabupaten Banyuasin.
Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian.SH diwakili Kepala Dinas Pendidikan mengatakan Pemerintah Kabupaten Banyuasin sangat mendukung program tehnologi bidang informasi, mengingat persaingan dunia usaha diera global ini sangat ketat dan sangat bergantung dengan kecepatan informasi.
Sementara nara sumber dari Universitas Binadarma menjelaskan usaha sembari kerja itu sangat mudah karena 75 persen orang bisa mencapai sukses faktor pendukungnya adalah usaha.”Membuka usaha itu tidaklah sulit cukup bermodal percaya diri, berprestasi, berani mengambil resiko, berjiwa independen, kreatif dan inovatif serta ulet dan tekun.Sebab orang yang sukses itu rata-rata ulet dan tekun serta berani mengambil resiko,” imbuhnya.
Sedangkan menurut nara sumber dari Dishubkominfo Kabupaten Banyuasin menyatakan mendukung berkembangnya IT di Banyuasin.
“Kabupaten Banyuasin sudah membangun jaringan internet di 12 kecamatan dari 22 kecamatan yang memiliki jaringan internet, sedangkan komitmen pemimpin sangat mensupoort berkembang tehologi di Banyuasin, yang memiliki payung hukum yaitu IT yang dilaunching pada tahun 2009.
Sementara nara sumber dari PWI Suprapto Ramadhan mengatakan untuk menjadi seorang wartawan tidak sulit, asalkan berpegang teguh dengan kode etik dan UU Pokok Pers.Menurutnya menjadi seorang wartawan itu sangatlah menyenangkan.
“Wartawan itu sifatnya terbuka, untuk menjadi seorang wartawan, PWI selalu mengadakan uji kompotensi wartawan, ditambah lagi saat ini PWI sudah bekerjasama dengan CAC dari Filipina, namun apapun propesinya kalau dilakoni dan dikerjakan secara rutin pasti membawa sukses.
Pada bagian Suprapto menjelaskan, jika ada pemberitaan yang nara sumbernya merasa keberatan dapat mengadu ke PWI dan PWI sudah mengadakan MoU dengan Kapolri dan Kejaksaan tentang pemberitaan. (Editro : Elan)








