Laporan : Abiyasa / Humas Pemprov
Palembang, jodanews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mengharapkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) selalu bersinergi dengan Pemprov dalam pembangunan di Sumsel. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Sumsel, Mukti Sulaiman, saat Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) IX MUI Sumsel, di Hotel Grand Duta Palembang, Ra
bu (25/5). “Harapannya MUI selalu bersatu padu dengan pemerintah, dan mendukung serta menambah lagi pembangunan di Sumsel,” harap Mukti.
Pemprov Sumsel telah mengeluarkan perhatiannya, dengan bentuk usahanya dalam membantu pembinaan karakter umat agama, seperti pemberian bantuan anggarannya. Setiap pesantren yang terakreditasi di bantu sebesar Rp 5 juta, tiap-tiap masjid Rp 10 juta dan langgar atau musalla sebesar Rp 5 juta, agar kegiatan operasional mereka berjalan baik. Bahkan Pemprov bersama ulama sedang membangun Masjid Raya Sriwijaya di Jakabaring, serta di bidang kelembagaan pendidikan Pemprov membantu lahan seluas 35 hektare untuk pembangunan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.
“Ini wujud perhatian Pemprov. Kami yakin tanpa pesantren, masjid, musalla, maupun pembangunan agama lainnya, pembinaan umat itu berat. Kami Pemprov tidak bisa apa-apa, MUI juga bersama Pemprov bersinergi dalam melakukan pembinaan umat. Kalau tidak ada kerjasama dengan organisasi keagamaan, tentu pergerakan membangun karakter umat menjadi lambat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mukti juga mengomentari organisasi Islam di Indonesia yang masih belum menyamakan persepsinya, sehingga sering terjadi perbedaan pendapat. Akan tetapi, apabila organisasi keagamaan tersebut dipersatukan maka kekuatannya akan semakin dasyhat.
“ Melalui MUI ini, hal itu bisa terwujud untuk menciptakan pembinaan karakter umat yang lebih berakhlak dan bermartabat,” katanya.
Sementara itu, Ketua MUI Sumsel, KH Sodikun mengatakan, Musda ini akan mengusung dan mengedepankan program-program yang berhubungan dengan kaderisasi ulama-ulama Indonesia. Tujuannya untuk menjadikan program unggulan berbasis pendidikan kader ulama, melakukan pemberdayaan ekonomi syariah, dan melakukan pelatihan monitoring sertifikasi halal kepada angggotanya agar berdampak bagi masyarakat.
” Disini kita menyampaikan pemikiran mengusung Islam yang modern, pemikiran Islam nusantara, masalah perbaikan akhlak mental masyarakat. Ini tugas kita bersama, kami segera membentuk gerakan anti nasional, dan anti narkoba, karena narkoba ini sangatlah darurat,” ucapnya.
Masih ditempat yang sama, Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin menambahkan, bahwa Musda ini peranannya sangat penting untuk melakukan evaluasi kinerja, untuk merevitalisasi (membangun kembali, red) organisasi menyegarkan penerusnya, mengaktifkan kerja semua jajaran majelis ulama baik dari atas sampai ke bawah, agar jangan sampai ada suatu kelembagaan yang tidak bekerja dengan baik, atau ada tapi tidak bergerak.
“Itu pentingnya menyusun program-program
baru, lebih tepat, sasaran, sesuai dan menghadapi masalah yang dihadapi. MUI juga menggariskan, bahwa salah satu program ulama Indonesia adalah melakukan penguatan Islam di Indonesia maupun di dunia untuk keadilan dan keadaban. Membuat Islam mudharat, Islam yang santun, tidak galak, santun dalam menyampaikan dakwahnya,” paparnya. (Editor : Jon Heri)








