Home EKONOMI Pemprov Jamin 11 Bahan Pokok Tersedia Jelang Puasa dan Lebaran

Pemprov Jamin 11 Bahan Pokok Tersedia Jelang Puasa dan Lebaran

134
0

Laporan : Abiyasa/Humas Pemprov

PALEMBANG,Jodanews- Dalam menyambut bulan puasa dan menjelang lebaran. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan ketersedian stock 11 bahan pokok dan pasokannya tercukupi. Maka itu Pemprov Sumsel membentuk Tim Pengedalian Inflasi Daerah (TPID) dalam memastikan harga dan kekurangan pasokan bahan pokok tersebut yang ada di Sumsel. Rapat lengkap TPID membahas program pengendalian Inflasi daerah di Pimimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman, di Ruang Rapat Bina Praja. Senin (23/5). Mukti mengatakan, rapat ini membahas kebutuhan 11 bahan pokok menjelang bulan puasa dan menjelang lebaran. “Jadi pertama catatan dari kami bahwa untuk stcok beras, minyak goreng, tepung terigu, daging ayam, daging sapi, cabe, bawang merah, bawang putih, telor ayam dan ikan semua cukup tersedia, bahkan untuk beras itu stocknyapun tersedia sampai 11 bulan kedepan, begitu juga Terigu dan minyak goreng,” katanya. Lalu untuk gula, cinta manis dan Laju Perdana Indah itu bulan ini sudah menggiling, jadi diawal bulan Juni pasokan akan membanjiri pasar. “kami mengharapkan khususnya dari Tim meminta kepada masyarakat untuk membeli 11 kebutuhan bahan pokok secara wajar dan tidak berlebihan. Kalau selama ini bisa seminggu minum atau makan gula 2 Kg tidak perlu membeli 20 Kg, Demikian juga Beras dan Minyak Goreng, untuk itu jadi diharapkan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan secara wajar,” Katanya. Ia juga mengemukakan, untuk permasalahan cabe, pasokan dari cabe cukup tersedia, pasalnya nanti cabe pada awal puasa akan ada satu container akan datang, sebetulnya kalau dari potensi tanam cabe itu sudah cukup, jadi dak usah ragu untuk masalah cabe. “Dengan dukungan semua pihak untuk memperlancar agar ketersedian bahan pokok bahan makanan ini nanti bisa tersedia dengan baik dan satu lagi kita akan melihat kepasar disamping operasi pasar,” ujar Mukti. Pada kesempatan ini juga Mukti menjelaskan, permasalahan kenaikan harga dari tahun ketahun pasar selalu terjadi. “Jadi untuk langkah-langkahnya konkritnya, untuk menekan agar harga pasar tidak melonjak bahan pokok harus cukup, kalau cukup harga pasar naiknya pelan kemudian distribusinya, memperlancar distribusi, kemudian selanjutnya pembeli jual mahal, jadi pandai konsumen mayarakat ini untuk bersikap wajar terhadap pembelian kebutuhan di bulan puasa dan menjelang hari lebaran ini,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumsel, Permana menambahkan untuk ketersediaan dari bahan pokok baik menjelang puasa dan sesudah lebaran, untuk cabe sudah cukup. “Saya dan jajaran TPID untuk memantau stock mana yang kekurangan bahkan dari pertanian akan ada penjualan untuk cabe dibeberapa pasar tradisioanal dan pasar tani, ini setidak-tidaknya stock cabe cukup jadi tidak perlu mendatangkan cabe dari Sukabumi, kemudian daging ayam juga relative tersedia serta daging sapi cukup tersedia,” ujarnya. Ia menjelaskan, agar bisa berjalan lancar dan tidak ada hambatan, maka pendistribusiannya harus lancar dan hal ini juga merupakan instruksi dari Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo untuk mengatasi masalah seperti keamanan dan jalan. “Maka untuk itu dari pihak kepolisian, Dishub Kominfo dan Dinas PU untuk memastikan kelancaran, kalau pendistribusiannya lancar tentu di Sumsel pasokannya akan baik,” Pungkasnya. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here