Home HL Pemkab Muaraenim Peringati Hardiknas

Pemkab Muaraenim Peringati Hardiknas

159
0
????????????????????????????????????

[quote]Tiga Komponen Dibutuhkan Anak Indonesia[/quote]

Laporan : Zoel

MUARAENIM,Jodanews-Hari Pendidikan Nasional dirayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetensi era global jika tinggi kualitas manusianya.
“Keterampilan utuh yang dibutuhkan anak-anak Indonesia di abad 21 mencakup tiga komponen yakni kualitas karakter, kemampuan literasi dan kompetensi,”kata Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar yang menyampaikan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Rasyid Baswedan, Ph.D dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Halaman Merdeka Kabupaten Muara Enim, Senin (2/5/2016).
Menurut Muzakir, karakter terdiri dari, karakter moral meliputi, nilai pancasila, keimanan, ketakwaan, integritas dan kejujuran. Karakter Kinerja, yakni, kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi dan kepemimpinan. “Kita tidak ingin anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas,”ungkap Muzakir.
Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang menjadi begitu cepat. Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa.
Kemudian kata Muzakir, kemampaun literasi, diartikan, literasai dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan tinggi serta menerapkannya kepada kehidupannya sehari-hari. “Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca dan tulis dan berhitung, maka harus diperkuat literasi sains, teknologi, finansial dan literasi budaya,”terang Muzakir.

Terakhir sebut Muzakir, adalah kompetensi, abad 21 menuntut masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur, maka anak-anak membutuhkan kompetensi, kemampuan, kreativitas, kemampuan, berpikir krtitis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan koloborasi. “Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan. Saat anak melangkah masuk sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini,”ujar Muzakir.
Kalau semua komponen itu telah dilaksanakan, maka kita akan memberikan ruang bagi anak-anak indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya, Ungkap Muzakir. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here