Home HL Motivasi Orang tua Peduli Gizi Anak

Motivasi Orang tua Peduli Gizi Anak

142
0
????????????????????????????????????

Laporan : Ediman Gebuk / Humas OKI

Kayugung, jodanews – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK OKI, Lindasari Iskandar, SE gemar melakukan blusukan ke desa-desa. Bersaama TP PKK OKI dia mengajak masyarakat untuk peduli pada asupan gizi. Hal itu dia lakukan untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) OKI yang sadar gizi.
Lindasari mengatakan, Memperhatikan gizi harus diperhatikan sejak hari pertama bayi di dalam kandungan. “Bayi yang kurang gizi, disebabkan oleh ibu yang kurang gizi,” katanya saat melakukan kunjungan kerja di Desa Rambai Kecamatan Pangkalanlampan, Rabu, (25/5). Lindasari menuturkan, jika masyarakat tidak diintervensi dengan pemberian asupan zat besi. Maka akan menghasilkan keturunan yang kurang berkualitas. “Kalau satu pasangan suami istri, salah satunya tidak sehat, jangan harap bayi bisa sehat,” ujarnya. Menurutnya, , anak-anak mudah terkena sakit karena kekurangan gizi. Tidak sampai di situ, kekurangan gizi, katanya, tidak hanya terlihat oleh mata. Anak-anak yang melakukan tindakan kriminal, tidak disiplin, atau yang mudah menyerah, juga bisa disebabkan oleh kekurangan gizi. “ Kekurangan gizi juga dapat dilihat dari perilaku sehari-hari,” katanya. Dengan pentingnya pengetahuan gizi tersebut, Lindasari , memberikan pencerahan mengenai informasi gizi.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H. M. Lubis, M. Kes mengatakan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir berkomitmen untuk terus bekerja keras meningkatkan pelayanan kesehatan hingga ke desa-desa, hingga ke pelosok-pelosok. caranya menurut dia dengan mempermudah akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.  “Ada 3 layanan kesehatan desa yang menjadi program Pemkab. OKI, yaitu, Desa bebas kematian Ibu dan Bayi, Desa Bebas Gizi Buruk dan Desa Bebas TB Paru Aktik” pungkasnya.
Lebih lanjut Lubis menjelaskan, untuk mewujudkan pelayanan bagi masyarakat desa ini, maka Pemkab Oki berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan. Antara lain dengan menambah Puskesmas yang mampu melayani rawat inap (saat ini 14 Puskesmas), meningkatkan pelayanan di Puskesmas Non-Rawat Inap (15 Puskesmas), menambah Pustu (saat ini terdapat 88 Pustu). Serta Program Prioritas 1 Desa 1 Poskesdes. Program ini hanya menyisakan 4 (empat) desa lagi se Kabupaten OKI belum memiliki Poskesdes. “InsyaAllah kita tuntaskan di 2017,” bebernya. (Editor : Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here