Laporan : Edwin
OKU SELATAN, Jodanews-Gedung DPRD yang berlantai dua berada di komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten OKUS tersebut tampak megah. Akan tetapi di sisi kiri dan kanan gedung, pondasi dan lantainya mulai retak -retak dan beberapa bagian amblas 50 centimeter. Irawan (42) , salah seorang warga Kota Muaradua mengaku, perihatin apabila melihat kantor dewan tersebut. Mayoritas bangunannya kini sudah mengalami kerusakan. “Saya sangat menyayangkan kalau banyak retak-retak seperti ini. Apalagi terkesan tidak terawat, lihat saja kolam hiasnya itu dibiarkan mubazir,” katanya ketika datang ke Kantor tersebut, Rabu (4/5).
Menurutnya, kondisi kantor para wakil rakyat tersebut terus mengalami kerusakan, padahal, setiap tahunnya dianggarkan rehab. Akan tetapi tetap saja kondisi bangunan kantor tersebut parah. “Jika hanya dibiarkan terus menerus bukan tidak mungkin ambruk, ataupun bisa roboh, Terutama, pondasi kantor di bagian belakang itu semakin hari, semakin ambruk,” tambahnya.
Lebih lanjut Irawan mengatakan, dengan kondisi kantor tidak memadai tersebut, sudah tentu mempengaruhi kinerja Dewan dalam menyerap aspirasi masyarakat OKU Selatan dari seluruh Kecamatan.”Bagaimana kinerja mau baik, kalau kantornya seperti ini? Mengenaskan sekali anggota dewan di sini,” katanya.
Menyikapi hal ini, Sekretaris DPRD Kabupaten OKU Selatan Umi Kalsum, membantah kantor tersebut dibiarkan terbengkalai dan ruangan dimaksud hanya dibiarkan amburadul.”Semua ruangan ini masih difungsikan, memang kalau ruang banggar itu jarang digunakan anggota dewan. Untuk satu tahun paling hanya beberapa kali saja digunakan ruangan itu,” katanya kepada Wartawan Media ini.
Menurutnya, kantor dewan tersebut pernah dilakukan rehab berat di tahun 2015, menghabiskan dana Rp 3.3 miliar. Tetapi, memang belum mampu mengakomodir perbaikan terhadap seluruh bagian dan ruangan.”Perbaikan kemaren itu, hanya bagian atap, plafon dan pengecatan kantor, kalau dalam ruangan memang belum kita perbaiki,” jelasnya.(Editor Jonheri)








