Home EKONOMI Dandim Muara Enim Dampingi Penanaman Padi Perdana

Dandim Muara Enim Dampingi Penanaman Padi Perdana

163
0

 

Laporan : ZOEL

MUARA ENIM, Jodanews-–Kegiatan Acara Penanaman Padi Perdana Dengan Menggunakan Mesin Rece Transplanter Di Desa Muara Emil Kab. Muara Enim yang dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Muara Enim Ir.Kani MM, Dandim 0404 Muara Enim Letkol Infantri Djamaludin SH, Disambut Ketua Gapoktan Desa Muara emil Kecamatan Tanjung Agung Muara Enim dan para petani Desa Senin (23/5/2016). Dalam Laporan Panitia ketua Gapoktan Dayang Rindu Desa Muara Enim Majid mengatakan, “ Adapun tema kegiatan adalah Marilah Kita Sukseskan Program Upsus Pajale Dengan Kecepatan Tanaman Menggunakan Alat Mekanisasi Menuju swasebada panagan mandiri. Kami Para petani yang tergabung dalam kelompok tani di Kecamatan Tanjung Agung ini mencoba melakukan inovasi dengan percepatan tanam agar dapat menanam padi 3 kali dalam 1 tahun. Sekaligus kami sampaikan kepada Bapak Bupati bahwa kecamatan Tanjung Agung yang terdiri dari 26 desa, sebagian besar masyarakat bermata pencarian sebagai petani, baik itu petani tanaman pangan maupun perkebunan. Yang terbagi habis menjadi 192 kelompok tani dengan Pembina 20 orang penyuluh PNS, 9 orang penyuluh THL TBPP, 1 orang Penyuluh Honorer, 19 penyuluh pertanian swadaya di tambah dengan 18 Babinas. Potensi Lahan Sawah 2.400Ha, Terdiri dari irigasi sederhana 1.950Ha, tadah hujan 450Ha. Lahan Panen periode Oktober 2015 maret 2016 padi sawah 2360,50Ha produksi rata 6.200kg/ha, produktifitas 14.634.100Kg GKP. Padi Gogo 1073,00ha produksi rata 3.750kg/ha, produktifitas 4.023.750Kg GKP. Total lahan panen 3.433,5ha dengan produksi 18.658.850kg Gabah Kering panen, serta dengan 15.860.022 Kg Gabah Kering Giling atau setara dengan 9.912.514kg beras. Sementara Komsumsi Produk kecamatan Tanjung Agung adalah 6 bulan dengan setandar 132kg/kapita/tahun adalah 3.201.000kg berarti surplus 8.711.514Kg. Kalau angka surplus ini di bagi dengan 132Kg, berakti tersedia konsumsi untuk 50.844 jiwa selama setahun (dapat menghidupi warga Kecamatan Lawang Kidul yang tidak memiliki sawah.). Apabila di kecamatan Tanjung Agung dapat melaksanankan budidaya tanaman padi 3 kali dalam 1 tahun berarti ada tamabahan areal panen minimal 2.000ha, kalau kita ambil rata – rata produksi 5 ton per ha gabah kering panen, maka tambah produksi adalah 10.500.000kg gabah kering panen, serta dengan 8.9250.000kg gabah kering gilingan atau serta dengan 5.578.125kg beras. Dibagi dengan 132kg, berati tersedia tambahan konsumsi untuk 42.233 jiwa selama satu tahun. Untuk Mewujudkan inovasi ini tentunya banyak hal yang perlu dicari jalan pemecahan atas hambatan yang dihadapai, untuk itu dalam kesepakatan baik ini kamai sampaikan kepada Bapak Bupati mohon kiranya menjadi pertimbangan antara lain. Sarana prasarana menyangkut masalah bibit, pupuk, alat olah tanah, alat tanam, alat penyiangan, alat pengedalian hama, alat panen. Penambahan infa setruktur berupa rehabilitasi jaringan Irigasi di 91 titik kelompok tani hamparan dengan pariasi panjang saluran tersier antara 300 meter sampai 1.500 meter, bendungan dan jalan usaha tani. Pembinaan selain penyuluhan danbanbinsa, diharapkan dinas instasi terkai dapat memberikan kontribusi pada program ini. Alat Prosesing Penggilingan padi berupa Rice Prosesing unit, ini kami pandang sangat penting, karena RMU yang ada di Kecamatan Tanjung Agung, Kwalitas
hasil Giling Masih rendah lebih kurang 50 persen,” ujarnya.
Mewakili Bupati Muara Enim Ir.H.Muzakir Sai Sohar melalui Dandim 0404 Muara Enim Letkol Infantri Jamaludin. SH Mengatakan “ Angkatan Darat (TNI) diminta mendampingi masalah pertanian serta penanaman, setelah berjalan di evaluasi ternyata bertambah, bukan saja endampingi pertaniannya saja. Karena kegiatan UPSUS Pajale selama ini sudah berhasil beras itu sudah banyak namun hitungan dari pemerintah dari bulok, jadi di tambah kegiatan pendampingan sampai beras padi itu sampai ke gudang bulok. Jadi ada tugas dari kami TNI angkatan darat mendampingi hasil panen itu baik gabah maupun beras itu diserap oleh bulok, yang lalu bulok beralasan tidak punya cukup gudang yang luas untuk menampung beras. Berbagai alasan di samapaikan pemerintah tidak mau mendengar itu yang menjadi korban ka Bulok sumsel langsung copot dan ganti. Bagi Dandim Juga Pertanian ini sangat berat karena resikonya Dandim copot apa bila tidak mencapai target. Hasil yang di capai dari dinas provinsi mengatakan bahwa Sumatra Selatan ini sudah surflus,serapan bulok kurang dan sekarang telah di beritakan bulok selain menyimpan di gudangnya tapi menyimpan di rekanan –rekanannya Dan itu harus memenuhi target yang diberikan. arapannya sangat baik dari pemerintahan pusat menghendaki bawah kita bisa Swasembada pangan tidak meng inpor beras lagi, karena pandangan
kedepan bawah saat ini sesunggunya kita sedang berperang, sebab
konteknya itu bukan beperang dalam pertempuran. Berperang dari aspek kehidupan, dulu sawah kita banyak tawaran yang mengiurkan akhirnya berubah lahan sawah berali funsi sekarang makin sempitlah sawah –sawah kita. Sekarang sudah berfikir positif kedepan bahwa perang itu sesungguhnya yang nyata kedepan itu untuk menghidupi masyarakat kita sendiri jangan sampai kita kalah,” ungkapnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Muara Enim
Ir.Kani MM menjelaskan dalam sambutannya saat di wawancarai, “ pada hari ini kita menggunakan alat tanam mekanisasi pertanian yaitu mesin alat tanam padi berjumlah 3 unit untuk kelompok tani ini kita bantu khusus Muara Emil, terutama peralatan mesin pertanian kita ini masih belum cukup untuk menampung semua areal yang ada di Kabupaten Muara Enim ini. Masih katanya “Apa lagi dengan pola tanam serentak, kalau selama ini kita kontraktor menggunakan 20 hektar, kalau memang serentak namun tidak cukup lagi. Untuk pengair iri gasi perdesaan ini sudah kita programkan mudah – mudahan iri gasi kita namun dalam kondisi kemarau ini cukup yang kita lihat didepan ini yang di kelolah oleh perkumpulanpetani pemakai air dengan nama organisasi (P3A). Kita bangga Kecamatan Tanjung Agung siap menanam 3 kali setahun,selama ini 2 tahun itu 5 kali, jadi kita tingkatkan menjadi 2 tahun itu 6 kali. “Harapan Kedepannya kita suplus di Kabupaten Muara Enim ini meningkat tajam dengan adanya peningkatan indek pertanaman yang terjadi di kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim dan Semende Darat laut termasuk wilayah lain kita upayakan,” Tutupnya. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here