Home HL BAYI NADHIVA DAN NADHIBA BUTUH ULURAN TANGAN DERMAWAN

BAYI NADHIVA DAN NADHIBA BUTUH ULURAN TANGAN DERMAWAN

128
0

Laporan Taufik Hidayat

PAGARALAM,Jodanews– Setiap pasangan suami istri dan orang tua pasti mengharapkan anak atau keturunannya nanti bisa terlahir sempurna dan tanpa kekurangan baik fisik maupun mentalnya.Namun apa jadinya jika ada bayi yang terlahir dengan kondisi di luar kewajaran atau tidak normal. Kesedihan inilah yang dirasakan oleh pasangan Juarnes Pranadinata (30)dan Siti Nuryaningsi (28) warga Dusun Pagaralam Kecamatan Pagaralam Utara,pasangan muda ini mesti pasrah dengan ketentuan Tuhan,sebab kedua di karunai bayi kembar tiga,namun dua diantaranya lahir dengan kondisi kembar siam dempet kepala. Adalah bayi Nadhira Alifa Putri dan Nadhiba Aisyah Putri yang lahir pada 21 Januari 2016 silam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Tanjung Pinang Kepulauan Batam,dan kini keduanya sedang menanti uluran tangan dermawan untuk biaya operasi pemisahan. Diceritakan Juarnes ayah sang bayi malang saat dibincangi via telepon selular (16/5/2016),proses kelahiran ke tiga buah hatinya ini,bisa dikatakan cukup lancar,dimana sekitar pukul 11.30 wib Januari silam istrinya menjalani persalinan di RSUD Tanjung Pinang,tak lama di rumah sakit sekitar pukul 12.45 lahirla si bayi kembar siam Nadhira dan Nadhiba dengan berat keduanya hanya 2.5 kilogram,tak lama kemudian lahir putri ketiga mereka yang di beri nama Nadhiva Alinka Putri dalam kondisi fisik yang normal walaupun berat badannya hanya 1.9 kilogram.Setelah proses persalinan lanjut Juarnes ketiganya tetap menjalani perawatan di RSUD Tanjung Pinang guna memantau kondisi kesahatan istri dan ketiga buah hatinya. Saat ini Juarnes dan ketiga buah hatinya masih tinggal di pulau Batam karena kebetulan ayah sang bayi malang ini memang sedang bekerja disana dan kondisi ketiga bayinya terpantau cukup sehat dimana berat badan Nadhira dan Nadhiba sudah ada perubahan dan kini sudah mencapai 7 kilogram begitupun bayi Nadhiva yang juga terpantau cukup sehat. “Berat badan Nadhira dan Nadhiba saat lahir 2,5 kg. Sementara Nadhiva 1,9 kg. Berat badan Nadhira dan Nadhiba sekarang 7 kg, Nadhiva 6 kg. Sekarang saya dan istri fokus kepada perawatan dan tetap konsultasi ke dokter,” ujarnya. Terang Juarnes saat ini, dia dan istrinya hanya bisa pasrah, serta berusaha semampunya, karena tidak memiliki cukup biaya untuk melakukan operasi pemisahan sebab informasi yang dia dengar untuk menjalani operasi pemisahan bayi kembar siam itu butuh biaya besar dan tidak sedikit. “Siapapun pasti sedih dengan keadaan ini,namun saya tetap berharap kedua bayi saya Nadhira dan Nadhiba dapat menjalani operasi pemisahan dan tumbuh menjadi dua bayi kembar sehat, seperti bayi lainnya,” kata Juarnes penuh harap. Bagi pembaca dan dermawan yang ingin menyalurkan bantuannya, bisa melalui rekening BCA 3801315591 a/n SITI NURYANINGSIH (ibunda si kembar), dan juga bisa menghubungi no 0857-6534-6496.(Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here