Laporan : Taufik Hidayat
PAGARALAM, jodanews – Kopi Pagaralam yang memilki aroma khas, ternyata menarik perhatian dan digemari masyarakat Eropa. Ini dibuktikan dengan datangnya calon investor dari tiga Negara Eropa yaitu Jerman, Belanda dan Australia, belum lama ini.
Selain menggali informasi tentang potensi komoditi kopi Pagaralam kepada Walikota Ida Fitriati, mereka juga meninjau langsung sejumlah lahan perkebunan kopi milik masyarakat serta lahan pertanian lainnya.
“Ada investor dari tiga negara datang ke Pagaralam untuk menjajaki investasi pengembangan kopi dan sayur,” ujar Walikota Ida Fitriati kepada jodanews.com, Kamis.
Dia mengatakan, investor ini cukup berminat untuk berinvestasi pembelian dan pengrmbangan budidaya kopi. Demikian juga dengan tanaman sayuran.
“Kita tinggal menunggu mereka membuat rencana melakukan MoU langsung dengan petani tentang pengembangan kopi, sayur dan buah,” ujarnya.
Sedangkan pembangunan PLTA, kata Ida, akan segera dibuat surat pengantar untuk dibuat izin prinsip dari Gubernur Sumsel.
Sementara Kepala Dishutbun, Jumaldi Jani SP mengatakan, sejak tahun 2011, lalu sudah banyak investor datang untuk pengolahan kopi termasuk sumberdaya alam lainnya.
Menurut Jumàldi, tercatat ribuan hektate kebun kopi yang terdapat di Kota Pagaralam jenis robosta hanya sebagian kecil arabika, dengan prodiksi mencapai 54.000 ton per tahun.
“Produksi kopi di Pagaralam memang cukup berfluktuasi. Namun demikian Pagaralam merupakan daerah produsen kopi terbesar di Sumsel, dan pemasok utama èkspor Provinsi Lampung,” ujarnya.
Kemudian, kata Jumaldi, dari data yang berhasil dihimpun rata-rata 31 persen dari total ekspor kopi Indonesia adalah tujuan Eropa. Dengan semakin meningkatnya permintaan kopi dunia termasuk dari negara Eropa. (Editor : Elan)








