[quote]Laporan:marshal[/quote]
MUARA ENIM, jodanews – Para penikmat kopi belum bisa dikatakan sebagai pecandu jika belum menikmati kopi arabica khas Semende. Kopi asal Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) Kabupaten Muara Enim memiliki cita rasa yang khas, bahkan saat ini kopi jenis ini sudah di ekspor hingga ke beberapa negara. Bagaimana proses pembuatannya ? berikut liputan khas redaksi jodanews.com. Ditempat asalnya (Desa Segamit), warga menjemur kopi ditengah jalan penghubung desa setempat. Ini merupakan tradisi. cara mengolah kopi gaya warga desa. ‘’ Kami sengaja menjemur kopi di jalan agar dilindas kendaraan,” kata Nurkhotimah. Dijelaskan Nurkhotimah, biji kopi yang dijemur merupakan kopi yang masih dibalut kulitnya. Setelah dilindas ban kendaraan yang lewat, kulitnya terkelupas. Sehingga, saat ditumbuk tidak terlalu sulit lagi membersihkan biji kopi dari kulitnya.”Setelah itu, baru kopi tersebut ditampih dan dibersihkan, baru
kemudian ditumbuk lagi buat membuang kulitnya yang masih tersisa,”katanya.Kualitas dan mutu biji kopi yang dijemur di jalan yang beraspal akan jauh lebih baik. Sebab biji kopinya lebih cepat mengering, dan kandungan airnya berkurang. Menurut warga, lantaran dijemur di jalan beraspal dan diolah secara tradisional, jenis kopi arabica yang banyak ditanam para petani ini rasanya enak. Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Mat Kasrun mengatakan, saat ini sudah memasuki musim panen kopi, terutama di wilayah Semende. “Kopi arabica di Semende sudah dikenal luas, dan di pasaran lokal kopi yang dijual dari tangan petani harganya berkisar Rp17-19 ribu,”jelasnya. Pemkab akan terus mempertahankan ciri khas daerah sebagai penghasil kopi Semende. “Kopi Semende sudah memiliki hak paten dengan citarasa yang tinggi dan diekspor ke luar negeri,” ungkapnya (editor:asep)








