Laporan : Iman Santoso/ Shahudi
MURATARA,Jodanews – Sejauh ini belum ada jadwal yang pasti untuk penyelengaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tetapi,sejumlah bakal calon (Balon) Kades sudah mulai bermunculan menyatakan diri,bahkan menggelar sosialisasi kepada masyarakat.
“Untuk di desa kami ada 3 balon kades yang telah menyatakan diri dan bahkan sosialisasi kepada masyarakat. Pada hal jadwal penyelenggaraan pilkades belum ada kepastian,”kata Roy (28) warga desa Noman, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.
Dia menjelaskan bahwa ketiga balon kades tersebut,tidak hanya sosialisasi tetapi sudah membentuk tim untuk kampanye dan merapat barisan keluarga. Memang sejauh ini belum ada terjadi kesalah pahaman antar pendukung,tetapi tidak kecil kemungkin karena politik aduh domba mulai berjalan.
“Suhu politik lumayan panas. Semua pendukung sudah menyatakan dukungannya orang terbaik untuk jadi kades. Maka saya minta kepada pemerintah untuk segera sosialisasikan lagi ke masyarakat kapan pelaksanaan dan minta masyarakat jangan mudah terprovokasi.”harapnya
Sama hal nya,Jidma (35) desa Lubuk Kemang,Kecamatan Rawas Ulu mengaku di wilayahnya juga para balon kades telah menyatakan diri dan membentuk tim keluarga untuk memenangkan pilkades serentak nanti. Untuk di desanya ada 4 balon kades yang baru muncul dan menyatakan dirinya ikut serta dalam pencalonan.”Untuk sementara ini ada 4 orang yang telah menyatakan diri. Semuanya mengaku terbaik diantara yang terbaik,pada hal pelaksanaan pilkades saja mereka belum memiliki jadwal yang pasti.” Jelasnya.
Menurutnya,peryataan sikaf yang dilakukan para balon kades tersebut kurang tepat. Karena belum ada kepastian sudah mengelar sosialisasi sehingga memprovokasi dan membentuk masyarakat berkotak-kotak. “Perekonomian masyarakat sekarang benar-benar anjlok. Jika berkotak-kotak sangat mudah terjadi permasalahan karena terpancing emosi.” jelasnya.
Terpisah,Suhardiman Kepala BPMPD-K Muratara mengungkapkan penyelenggaraan pilkades tinggal menunggu perda,tetapi untuk kepastian belum bisa dijadwalkan. Karena penyelenggaraannya sudah dipastikan secara serentak.”Nanti ada tahapannya. Dari buka pendaftaran hingga penyelenggaraanya. Semuanya harus menahan diri dan masyarakat jangan mudah terprovokasi.” Pungkasnya (Editor Jonheri)








