Home HL Ancam Wartawan, Oknum Guru SMAN 1 Lempuing Dipolisikan

Ancam Wartawan, Oknum Guru SMAN 1 Lempuing Dipolisikan

170
0

Laporan : Ediman Gebuk

KAYUAGUNG,jodanews  – Sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) meradang. Belum tuntas kasus pengancaman yang dialami wartawan Sriwijaya Post (Sripo)  yang dilakukan oknum Camat bersama Sekretaris Camat Sungai Menang. Kini dunia pers kembali dihebohkan dengan pengancaman yang dilakukan oleh Drs Sugiantoro, oknum guru di SMAN 1 Lempuing OKI.
Oknum guru ini berusaha memukul dan mengeroyok empat wartawan yang tengah melakukan tugas jurnalistik. Mereka adalah Ediman wartawan Jembatan Informasi (JI) dan Jon Heri wartawan Media Online Jodanews.com, serta wartawan Surat Kabar Umum Ampera News Iwan dan Usin. Merasa terancam, keempat insan pers ini melaporkan ke Polsek Lempuing dengan Nomor LP/B-31/IV/2016/ Sumsel/Res OKI/Sek Lempuing.
Bagaimana kejadiannya ? informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat Ediman dan rekan-rekannya menemui Sugiantoro. Mereka  datang untuk konfirmasi dugaan perbuatan asusila yang dilakukan oknum guru ini. Informasinya, Sugiantoro diduga menikahi anak kandungnya sendiri dari istri pertamanya.
‘’ Kami dapat informasi dari salah seorang narasumber yang menurut kami bisa dipercaya. Pada waktu itu insting Jurnalis peristiwa ini merupakan berita yang menarik,sekaligus memilukan. Lalu kami melakukan konformasi, dengan orang yang dituduhkan tersebut. Namun kami malah mendapatkan ancaman, selain ditujukan kepada para wartawan juga diarahkan kepada narasumber yang tak lain merupakan mantan istri dari pelaku, “jelas Ediman.
Menurut Ediman dirinya beserta wartawan lainnya menyambangi kediaman Sugiantoro di Desa Dabuk Rejo Kecamatan Lempuing untuk konfirmasi masalah informasi terkait dugaan perbuatan Amoral yang dilakukan pendidik seperti Sugiantoro ini,dengan memiliki data berupa rekaman suara yang berisi kesaksian dari mantan istri pertamanya dan diperkuat oleh pengakuan beberapa tetangganya, “Kita mendatangi Sugiantoro untuk konfirnasi kebenarannya mempersilahkan Sugiantoro untuk memberikan tanggapan dengan mendengarkan rekaman tersebut,fakta ini tidak mengada-ada kesaksian dalam rekaman merupakan bukti adanya indikasi perbuatan itu memang ada,”ujarnya.
Namun sayang, lanjut Ediman, setelah Sugiantoro mendengar isi rekaman, sang pendidik itu justru menghardik rekan wartawan dengan nada tinggi,bukan itu saja,saya dan rekan-rekan pers diancam akan dikeroyok dengan memanggil massa yang lebih banyak lagi,”Kamu Pak Edi dan rekan-rekan, tidak akan bisa pulang,saya akan mengumpulkan massa lebih banyak lagi. kamu lihatlah pak,narasumber itu pun akan saya hajar,”terang Edi menirukan ancaman Sugiantoro.
Terkait permasalahan ini untuk dimintai tanggapannya baik Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI H.Drs.Zulkarnain,MM dan juga Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten OKI H.Husni,S.Pd.I, ketika dihubungi melalui handponnya tidak dapat dihubungi dalam kondisi tidak aktif.
Terpisah,peristiwa pengancaman ini disesalkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) OKI Idham Syarief, menurut dia kejadian ini tidak perlu terjadi jika pihak terkait menghargai profesi jurnalis,”Apa yang dilakukan Ediman dan rekan lainnya sudah tepat. Mereka melaksanakan tugas jurnalistiknya dengan terlebih dahulu konfirmasi ke yang bersangkutan, agar nantinya pemberitaan itu berimbang,” tuturnya.
Ditambahkan dia, jika pihak terkait merasa dirugikan atas pemberitaan, ada mekanisme hak jawab untuk mengklarifikasi,”Gunakan hak jawab bukan malah mengancam wartawan yang hendak melaksanakan tugas jurnalistik,”tegasnya.
Sebagai wadah resmi wartawan, lanjut Idham,dirinya beserta Ketua PWI OKI dan pengurus lainnya, selain mengawal proses hukum di kepolisian, PWI akan segera memberikan surat secara tertulis kepada Sekda OKI, dan Dinas Pendidikan terkait masalah ini,”PWI OKI berharap, hukuman yang setimpal harus diberlakukan, selain untuk memberikan efek jera bagi pelaku, juga dalam upaya menekan semakin seringnya wartawan diancam oleh pihak-pihak tertentu dengan gaya premanisme,”ungkapnya. (Editor : Elan )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here