Laporan : Agus Subhan Bakin
EMPAT LAWANG,Jodanews– Terdengarnya kabar sudah ada PNS yang disetujui pindah (mutasi) ke daerah lain, atau menjadi PNS di daerah lainnya. Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berbondong-bondong mengajukan pindah keluar dari Bumi Saling keruani Sangi Kerawati ini. Mayoritas PNS yang mengajukan pindah dari Empat Lawang, didominasi pejabat eselon III dan IV. Padahal, Empat Lawang sangat kekurangan pegawai untuk mengisi jabatan eselon tersebut.
Sedangkan pegawai yang masuk ke Empat Lawang, mayoritas pejabat eselon II yang diduga hanya mengincar jabatan saja, karena di daerah asalnya sedang tidak ada jabatan. “Sudah banyak pejabat dari luar yang masuk ke Empat Lawang, hanya untuk mengamankan jabatannya saja. Atau bahkan hanya untuk menunda waktu pensiun,” ungkap salah satu PNS di Empat Lawang.
Fenomena mutasi pegawai Empat Lawang ini diakui oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Empat Lawang, yang hampir setiap hari menerima berkas pengajuan pindah. “Hampir setiap hari ada berkas yang masuk, semuanya diproses dan selalu diberi pertimbangan-pertimbangan. Salah satunya, bahwa Empat Lawang masih sangat kekurangan pegawai,” ungkap Kepala BKD Empat Lawang, Petterson Okki Bial, melalui Kabid Pengembangan Pegawai, Rini Sutrismi.
Menurut Rini, ada beberapa SKPD yang tidak memiliki pejabat setingkat Kasi dan Kabid, karena tidak ada atau minimnya PNS yang ada. Hal ini menandakan, bahwa Empat Lawang masih sangat membutuhkan banyak pegawai. “Untuk menerima pegawai itu tidak mudah dan memerlukan biaya yang sangat banyak, apalagi beberapa tahun terakhir ini, Empat Lawang tidak dapat kuota penerimaan CPNS dari Kemenpan RB,” imbuhnya seraya menambahkan, ada beberapa PNS yang masuk ke Empat Lawang, namun jumlah tidak sebandinh dengam jumlah PNS yang sudah keluar.
Terpisah, Plt Bupati Empat Lawang, H Syahril Hanafiah mengakui, sudah ada beberapa PNS Empat Lawang yang disetujuinya untuk pindah keluar Empat Lawang. “Tidak semua berkas pindah disetujui, tergantung dengan alasannya apakah mendesak atau tidak. Jika alasannya masih logis, bisa disetujui dan juga sebaliknya,” ungkap Syahril.
Ia menambahkan, ada beberapa PNS Empat Lawang yang dilepas, karena hanya menjadi beban daerah saja. “Mereka yang selama ini menjadi pegawai DP (Diperbantukan, red) di daerah lain, mendingan kita lepas saja daripada menjadi beban keuangan daerah. Kita menginginkan PNS yang benar-benar 100 persen, ingin membangun dan memajukan Empat Lawang,” pungkasnya.(Editor Jon heri)








