Laporan : Shahudi
MURATARA,Jodanews – Generasi mudah terkhusus dibumi beselang serundingan harus dijaga dengan maksimal,sehingga semua unsur harus dilibatkan. Lantaran akhir-akhir ini pelaku curanmor rata-rata anak dibawah umur. Hal itu diungkapkan Kapolres Musi Rawas-Muratara AKBP Herwansyah Saidi. “Pelaku curanmor rata-rata anak dibawah umur,saat ditangkap nangis. Karena tak sanggup untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukannya,” katanya
Perwira berpangkat melati dua dipundaknya ini, mengungkapkan pelaku yang masih muda itu saat beraksi selayaknya pemain kelas kakap karena mengunakan senjata tajam dan senjata api rakitan.
“Luar biasa aksi mereka mengunakan senjata benaran. Maka dari itu semua unsur baik itu pemerintah daerah,tokoh masyarakat maupun tokoh adat harus dilibatkan,terutama dinas pendidikan supaya rutin melakukan razia sajam,narkoba selain dari kedisiplinan.” ungkapnya
Ia menjelaskan pelaku curanmor yang masih berstatus dibawa umur mau ditindak tegas tetapi kasian tetapi jika tidak diambil tindakan mereka akan terus dan juga bisa membahayakan korbanya. Maka dari itu prilaku pelaku mengacu pada pergaulannya,jika bisa tolong diingatkan.
“Pelaku curanmor mau ditindak tegas kasian dan ditangkap nangis. Karena ini mengaju kepada pergaulan, klu bisa diingatkan dengan polsek dan koramil di lakukan razia untuk siswa atau keponakan kita itu,” jelasnya
Sementara itu Rozali (40) salah satu tokoh masyarakat di desa Noman,kecamatan Rupit mengaku bahwa dirinya selalu melakukan pendekatan terhadap anak-anak muda sekarang. Tidak hanya itu saja tetapi dirinya meminta anak-anak muda untuk lebih banyak ke masjid.
“Untuk di desa kami sudah dibentuk kelompok anak-anak muda yang harus berkarya. Baik dari umum maupun keagamaan,supaya mereka memiliki aktivitas bukan berkeliaran.”ujarnya
Terpisah,Robi (25) tokoh pemuda di desa Noman,mengaku bahwa benar mereka memiliki aktivitas rutin,baik itu kegiatan kemasyarakatan maupun keagamaan. Jika setiap hari besar mereka selalu berupaya untuk mengadakan kegiatan perlombaan.
“Hampir setiap minggu kita ada jadwal pertemuan untuk menyenggarakan kegiatan rutin ataupun kegiatan yang sifatnya perlombaan.” Katanya
Selain itu,mereka juga sering mengadakan pendekatan dengan pemuda di desa tetangganya. “Nah,klu lagi ado pesta dan perlombaan kami sudah jelas berbaur dengan pemuda-pemudi di desa tetangga,” pungkasnya.(Editor Jonheri)








