Home HL Sekolah Banjir, Guru dan Pelajar Terpaksa Lepas Sepatu

Sekolah Banjir, Guru dan Pelajar Terpaksa Lepas Sepatu

212
0

Laporan:agus subhan bakin

EMPAT LAWANG, jodanews – Hujan yang mengguyur Kabupaten Empat Lawang, Jumat (15/1) malam hingga Sabtu (16/1) dini hari membuat sebagian desa di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi terendam banjir.

Salah satunya di SMA Negeri 1 Saling Desa Tanjung Ning Simpang, Kecamatan Saling, ketinggian banjir sudah mencapai lutut para siswa. Siswa dan guru terpaksa melepas sepatu dan menggulung celana.

Jalan menuju SMA tersebut lokasinya rendah dan terdapat siring, namun siring tersebut meluap lantaran dibagian hilir ditutup warga. “Setiap hujan deras, pasti banjir karena siring yang dibuat desa dialirkan ke depan sekolah, sementara di hilir siring ditutup karena masuk kebun warga,” ujar Herlina, Kepsek SMA Negeri 1 Saling.

Semestinya, proyek pembangunan siring desa harus sampai ke kebun warga sehingga air bisa mengalir dan tidak menggenangi jalan menuju sekolah. “Ketika libur akhir Desember lalu, ketinggian banjir sempat sepinggang orang dewasa,” katanya.

Meskipun banjir, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan lancar, sebab hanya jalan menuju sekolah yang banjir. Namun jika banjir sudah setinggi pinggang orang dewasa, kemungkinan besar KBM diliburkan.

Di tempat lain, sebagian jalan menuju Desa Desa Baturaja Baru, Baturaja Lama hingga Desa Sugiwaras, Kecamatan Tebing Tinggi juga terandam banjir dengan ketinggian banjir sekitar 20 centimeter. Banjir tidak hanya menggenangi jalan, namun sebagian rumah, kebun dan sawah di desa tersebut juga terendam banjir, namun tidak terlalu tinggi.

Banjir di desa ini disebabkan oleh luapan air Sunggai Musi yang mengalir di wilayah tersebut. Meskipun jalan tergenang banjir, masih banyak sepeda motor yang nekat menerobos jalan. “Terpaksa dilewati karena jalan ini paling dekat kalau mau ke pasar. Kalau mutar ke Desa Lawang Agung terlalu jauh,” ujar Ilham, salah satu warga Baturaja Baru.

Kepala Desa (Kades) Baturaja Lama, Edi Bahadal mengatakan, desa yang dipimpinya dan desa tetangganya yakni Desa Baturaja Baru memang rawan banjir. Jika hujan lebat, jalan kerap tergenangan akibat luapan Sungai Musi, namun jika hujan tidak cepat berhenti, banjir juga cepat surut

“Selain itu perkebunan dan sawah terancam rusak dan gagal panen akibat banjir ini. Aktivitas warga yan hendak ke kebun, bekerja juga terganggu, guru yang bertugas di sekolah Desa Sugiwaras tidak bisa menjalankan tugasnya karena terhalang banjir,” pungkasnya. (editor:asep yusriansyah)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here