Laporan:abiyasa
PALEMBANG, jodanews – Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi hingga saat ini belum memberikan kontribusi bagi peningkatan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Palembang. Padahal, hampir setiap tahun, Pemkot mengalokasikan dana segar untuk operasional moda transportasi darat ini. Bahkan pada 2016, digelontorkan kembali dana sebesar Rp23 miliar kepada PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J).
Anggota Komisi I, DPRD Kota Palembang, Anwar Alsadad mengaku heran. ‘’ Setiap hari bus transmusi ini kan beroperasi, tapi kok selalu merugi, padahal hampir setiap tahun disubsidi oleh pemerintah, ‘’ kata Anwar.
Berdasarkan hasil rapat internal Fraksi Gabungan Keadilan Persatuan, pihaknya mengusulkan, agar BRT Transmusi berdiri sendiri atau dibuat BUMD tersendiri.
“Harus lepas dari PT SP2J. Agar BRT Transmusi bisa memberikan sumbangsih bagi PAD,”ujarnya.
Sambungnya, semua fasilitas yang dimiliki BRT Transmusi sudah bisa dikategorikan baik. Hanya saja, fasilitas ini tidak dapat dioptimalkan manajemen.
“Kita bisa lihat bersama bagaimana sekarang Transmusi ini sudah jadi salah satu transportasi masal yang menjadi pilihan masyarakat Kota Palembang,”katanya.
Pihaknya berharap, Pemkot Palembang bisa merealisasikan usulan DPRD Kota Palembang, agar BRT Tranmusi dipisah dari PT SP2J. “Agar BRT Transmusi maju, ya harus pisah dari PT SP2J,”pungkasnya. (editor : asep yusriansyah)







