LAHAT, JI- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Subdit Wilayah 131 Kertapati, Sumatera Selatan mengesekusi ratusan lapak pedagang pasar kaget di lahan aset PT KAI, baru-baru ini. Ini dilakukan menyusul dibongkarnya puluhan rumah di kawasan Gang Senggol Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kecamatan Kota Lahat pertengahan tahun 2014 lalu.
Pembongkaran dilakukan pukul 06.30 WIB. Pada waktu bersamaan PT KAI memasang pagar seng di jalur pasar itu sepanjang 100 meter.
”Kami ni kaget nian, pas pagi-pagi sudah ado wong PT KAI yang datang dan memagar tempat kami berjualan,” kata Andri seorang pedagang kelontongan saat dibincangi awak media, belum lama ini.
Nono, pedagang lainnya yang sehari-harinya berjualan sayur menyayangkan sikap pihak PT KAI yang menutup mati seluruh lapak. Menurutnya, dengan ditutupnya pasar kaget itu. Maka sudah dipastikan pedagang tidak bisa berjualan.
”Yang pasti penghasilan kami menurun. Kami juga bingung mau berjualan kemana,” ungkap dia.
Menurut Lurah Talang Jawa Selatan Zulkifli H S, sebelumnya sudah ada pemberitahuan dari PT KAI akan ada pembongkaran itu. Pihaknya akan mencari lokasi baru bagi para pedagang.
”Kalau tidak ada halangan, aktivitas pedagang akan kita alihkan ke jalan Kirab dan Gang Bahagia, yang lokasinya dekat dengan pasar kaget,” kata Kifli.
PT KAI melalui manager aset Subdit 131 Ktp Sumatera Selatan, Ismanto didampingi Manager Kamtib Suhendar membenarkan adanya perintah pembongkaran dan pemagaran lokasi pasar kaget.
”Benar, pada hari ini kawasan stabling Balayasa yang dijadikan pasar kaget kita bongkar dan kita pagar. Sebelumnya kita sudah memberitahukannya kepada pihak pemerintah melalui lurah Talang Jawa,” kata Ismanto.
Tujuan pemagaran sebagai bentuk pengaman aset PT KAI yang akan dijadikan tempat parkir lokomotif setelahibengkel kereta api di Balayasa diperbaiki.
”Surat pemberitauan sudah kita berikan pada pihak lurah. Ini merupakan pengembangan dari penertiban dan pembongkaran rumah pada tahun 2014 silam,” tandas Ismanto. (idham)







