TIGA ORANG PENAMBANG LIAR DICIDUK POLISI

Laporan : Marshal

Muara Enim, Jodanews.com. Tiga orang penambang Batu Bara di Tanjung Lalang di ciduk Polisi akibat tidak memiliki izin menambang dan mengakibatkan 11 orang menjadi korban jiwa, rabu tanggal (21/10/2020) lebih kurang pykul 23.00 wib ketiga orang tersebut berhasil diamankan polisi.

Terciduknya tiga orang penambang liar ini bermula pada hari rabu tanggal 21 oktober 2020 lebih kurang pukul 12.30 wib 3 ( tiga ) orang tersangka bersama 11 (sebelas ) orang lainnya ( yang menjadi korban meninggal dunia) melakukan kegiatan penambangan tanpa IUP atau IUPR atau IUPK di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim sedang bekerja menggali dilokasi Tambang Batubara.

Waktu menggali dan membuat jalan dilokasi penambangan Batubara tanpa izin tersebut, ke 13 ( tiga belas ) pekerja berada di dalam galian tersebut untuk mengangkut lumpur dan menggali dilokasi penambangan itu sementara satu orang pekerja berada diluar galian, pada saat 13 ( tiga belas ) pekerja sedang menggali dan mengangkut lumpur yang dimasukan ke dalam karung sekitar pukul 13.00 wib tiba-tiba tanah di tebing sebelah kanan jalan longsor lebih kurang tingginya 9 ( sembilan ) meter dan menimpa 11 ( sebelas ) orang pekerja yang sedang berada di lokasi tersebut mengakibatkan kesebelas orang pekerja tertimbun sementara dua orang pekerja selamat dari musibah itu.

Dua orang pekerja yang selamat berteriak minta tolong. setelah itu dilakukan evakuasi terhadap 11 ( sebelas ) orang pekerja yang tertimbun dan langsung di Evakuasi ke puskesmas Tanjung Agung.

Kapolres Muara Enim, AKBP Donni Eka Syahputra didampingi Kasatreskrim, AKP Dwi Satya saat melakukan konferensi pers di Polres Muara Enim, Kamis sore (22/10/2020) menjelaskan, setelah dilakukan olah TKP dan pulbaket oleh anggota Polsek Tanjung Agung dan Satreskrim Polres Muara Enim yang di back up Ditkrimsus polda sumsel diketahui ada 3 ( tiga ) orang penambang yang selamat yang melakukan penambangan tanpa izin tersebut, adalah berinisial DS (56) warga Desa Pengalengan Kec. Pangelangan Kab. Pangelangan Bandung Selatan, MM (26) warga Desa Batu Menyan Kec. Teluk Pandan Kab. Pesawaran Lampung Selatan, BB (38) warga desa sumber agung Kecamatan Kepoh Baru Kabupaten bojonegoro (jawa timur).

Masih menurut Kapolres, ketiganya melanggar Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-undang 04 tahun 2009 tentang pertambangan dan batubara jo pasal 55 KUHP.
Di Pidana penjara paling lama 5 ( lima ) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.000,- (seratus milyar),” Ungkapnya. (editor Jon Heri)

   



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *