Home HL Siswa SMK BM Ciptakan Kompor Briket Bertenaga Angin

Siswa SMK BM Ciptakan Kompor Briket Bertenaga Angin

74
0

[quote]laporan : marshal[/quote]

MUARA ENIM,  jodanews – Tiga pelajar SMK Bina Mulya, Tanjung Enim berhasil menciptakan kompor briket bertenaga angin. Mereka adalah Rizki Zulandri, Astri Della Putri, dan Fauzan Azima. Ketiga siswa tersebut bahkan sudah mempertandingkan hasil karyanya itu dalam ajang bergengsi Bukit Asam Innovasion Award (BAIA) 2016.

Ide yang mengilhami karya tersebut, menurut guru pembinanya John Rizal ST bermula dari permasalahan yang ada disekitar lingkungan rumah. Banyak masyarakat yang mengeluhkan harga gas semakin mahal dan minyak tanah yang sulit didapat.

“Ini solusi dari harga gas dan bbm yang semakin mahal. Sedangkan batubara disekitar kita ini melimpah, kedepan ini akan menjadi solusi, minimal membantu ibu rumah tangga,”ungkap John.

Hasil karya siswanya ini juga sudah diikutkan dalam ajang BAIA 2016 yang di selenggarakan PT Bukit Asam pada bulan Januari kemarin. Dihadapan para juri waktu itu, lanjut John, siswa tidak hanya menjelaskan secara teori, akan tetapi membawa kompor briket batubara bertenaga angin tersebut untuk ditunjukkan bagaimana cara kerja penemuannya itu. Meski tidak mendapatkan juara pertama, namun hasil yang dibawa oleh siswanya itu sangat membanggakan pihak sekolah.

“Kami juara harapan satu kategori pelajar tingkat SLTA. Ini nanti juga akan kita ikutkan di Provinsi Bengkulu yang mengadakan dari LIPPI,”ujarnya.

Sementara, Kepala SMK Bina Mulya, Drs H Thalib Yahya MBA, sangat mendukung penuh upaya yang dilakukan siswa dalam rangka menciptakan inovasi, khususnya dibidang energi seperti yang dilakukan oleh tiga siswanya tersebut. Dapat menciptakan kompor briket bertenaga angin. Kata dia, kegiatan ini akan terus mendapat evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Dengan harapan kedepan  akan mendapat dukungan semua pihak untuk diproduksi massal.

“Alat ini masih kita sempurnakan lagi. Mudah-mudahan kedepan ada pihak yang mengajak kerjasama untuk dikembangkan menjadi produksi massal,”kata Thalib Yahya.(editor:asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here