Home KODAM Satgas TMMD Ajak Murid SD dan Masyarakat Bersihkan Situs Sejarah Persinggahan Rejowinangun

Satgas TMMD Ajak Murid SD dan Masyarakat Bersihkan Situs Sejarah Persinggahan Rejowinangun

133
0

 Laporan Abiyasa / Pendim 0734/Yka 

YOGYAKARTA, Jodanews  – Satgas TMMD Kodim 0734/Yogyakarta (Yka) mengajak murid SD dan Mayarakat membersihkan Situs Sejarah Persinggahan Rejowinangun yang terletak di Kelurahan Warungboto Rt 34 Rw 8 Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Senin (23/4).

Kapten Inf Surono selaku Koordinator Karya Bhakti mewakili Kapten Arm Ronang Sasiarto yang saat ini baru ada tugas lain, mengajak seluruh warga Desa Warungboto. Murid – murid SD Muh Warungboto bersama Satgas TMMD Reguler 101 KODIM 0734/Yogyakarta melaksanakan pembersihan lingkungan Sejarah Situs Persinggahan Rejowinangun di Kelurahan Warungboto.

Guru olahraga SD Muh Warungboto bapak Riyanto beserta 30 siswa/siswi SD Muh Warungboto membersihkan situs sejarah Rejiwinangun di Kelurahan Warungboto dlm rangka kegiatan non fisik TMMD Reguler ke 101 Kodim0734/Yogyakarta.

Karena kita inggin berperan dalam TNI Manunggal Membangun Desa Kodim Kota Yogyakarta yang kebetulan berada di Kelurahan Pandeyan, yang saat ini sedang melaksanakan karya bhakti pembersihan Situs bersejarah Rejowinangun. “ungkap Riyanto

Kami juga berharap situs bersejarah ini dapat dilestarikan sehingga bisa digunakan sebagai obyek wisata di kota yagyakarta ini, untuk itu saya bersama siswa/siswi SD Muh Warungboto ikut bersama bapbak TNI membersihkan Situs bersejarah Rejowinangun di Kelurahan Warungboto. tambahnya.

Karya Bhakti dengan sasaran Situs Sejarah Rejiwinangun melibatkan sekitar  TNI 50 orang, Polri 10 orang, Linmas, 15 orang warga 50 orang dan Murid SD Muhb Warungboti 30 anak.

Kegiatan yang diprakarsai Satgas TMMD Reguler ke 101 Kodim 0734/Yogyakarta,  ini semata mata karena terdorong rasa tanggungjawab TNI terhadap situs Sejarah yang ada di Kota Yogyakarta, karena tanpa pahlawan dan sejarah kita tidak bisa seperti saat ini, dan di harapkan nantinya situs sejarah Rejowinangun terlihat asri, bersih dan indah, sehingga akan memberikan kesan kepada warga peduli kesehatan.

Menyinggung masalah situs sejarah Rejowinangun ini Kapten Inf Surono menjelaskan “ini merupakan upaya guna  menjaga dan melestarikan situ sejarah agar anak cucu nanti juga bisa mengetahui bahwa tempat – tempat sejarah perlu dan harus di lestarikan  “katanya.

Disamping langkah untuk  memiliki jiwa gotong royong, guyub rukun, berat sama dipikul ringan sama dijinjing, “ menurut saya kegiatan ini akan tetap dilanjutkan dengan sasaran lain di wilayah Umbulharjo. sehingga untuk membiasakan warga masyarakat hidup dilingkungan yang bersih dan sehat.”tambahnya.  (Editor Jon Heri)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here