Home EKONOMI OKI Jadi Percontohan Restorasi Lahan Gambut

OKI Jadi Percontohan Restorasi Lahan Gambut

61
0

Laporan : Ediman Gebuk/ GELEK JOHN

KAYUAGUNG, Jodanews– Kebun plasma Nuftah Sepucuk Kayuagung di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi lokasi percontohan restorasi lahan gambut di Indonesia. Tidak hanya itu, lahan ini juga berpeluang meningkatkan perekonomian masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Restorasi Gambut Nasional Nazir Fuad saat meninjau restorasi lahan gambun eks kebakaran tahun 2010 lalu itu.”Saya sangat apresiasi disini ada beberapa jenis tanaman yang sudah diteliti para ahli. Luar biasa apa yang telah dikerjakan selama beberapa tahun terakhir. Tanaman yang digunakan sudah tumbuh dengan baik, dan saya akan melihat. Disini ada tanaman jelutung, gelam, dan beberapa jenis lainnya,” kata Nazir, Selasa (5/4/2016).
Menurutnya, restorasi lahan yang terbakar di wilayah itu menjadi model bagi BRG dalam merestorasi 1-2 juta hektar gambut di Indonesia, juga dengan melibatkan masyarakat.”Kami juga akan bekerjasama dengan masyarakat untuk merestorasinya, dan penanamannya. Agar masyarakat juga mendapatkan tambahan penghasilan ekonomi, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.
Menurut Nazir, kegiatan merestorasi lahan gambut selain mengembalikan ekologi gambut harus ditanami dengan tanaman yang secara ekologi bisa tumbuh di lahan gambut basah, dan juga mempunyai nilai ekonomi.”Jadi masyarakat sekitar atau ada sektor swasta yang ingin terlibat dalam kegiatan restorasi lahan gambut ini dengan menanam tanaman yang hasilnya bisa dipanen. Kami juga menginginkan pembangunan pabrik pengolahannya juga dekat dengan lokasi penanaman. Jadi, keluar dari provinsi, sudah ada nilai tambahnya,” paparnya.
Dengan demikian, katanya, restorasi gambut bisa sukses karena masyarakat mendapat penghasilan dari menjaga hutan.
Bupati OKI Iskandar SE menyambut baik upaya BRG untuk merestorasi gambut yang ada di wilayah tersebut. Menurut Iskandar tata kelola kanal amat penting dalam merestorasi gambut.
“Harus ada sistem pengelolaan kanal yang baik dan terintegrasi. Kita minta perusahaan untuk duduk bersama dalam pengelolaan air ini, dan yang paling penting jangan mengganggu pertanian,” ungkapnya.
Iskandar juga meminta BRG menerapkan restorasi gambut 20 hektar lahan gambut sepucuk ini di tempat lain. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here