Home EKONOMI Nabati Impor Ancam Industri Sawit

Nabati Impor Ancam Industri Sawit

59
0

Laporan : Ofie

 

PALEMBANG,Jodanews-Sempat terancam karena turunnya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), kini harga tersebut sudah mengalami kenaikan sekitar Rp 500 atau menjadi Rp 1500 perkilogram.Dari harga sebelumnya hanya Rp 1000 perkilogram.
Namun, kondisi sedikit terusik akibat adanya minyak nabati yang diimpor dari negara adikuasa. Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Sawit Sumsel, Sumarjono Saragih mengungkapkan, ada kebijakan biodiesel berupa penggunaan komponen disetiap 1 liter bahan bakar harus ada 20 persen komponen CPO yang dapat membantu memperkuat harga kelapa wasit di pasaran.
Pasalnya, dengan kebijakan tersebut, maka sekitar 40 persen harus dikonsumsi untuk keperluan dalam negeri, sisanya baru ekspor. “Artinya, ada sekitar 4 juta ton CPO dikurangi untuk diekspor sehingga terjadi kelangkaan dan mampu mendongkrak harga menjadi Rp 1500 per kilogram dari harga sebelumnya dibawah Rp 1000,” terangnya.
Namun begitu lanjut Sumarjono, industri sawit di tanah air kembali terancam dengan keberadaan industri minyak nabati dari negara adikuasa. “Produk minyak nabati yang diimpor dari negara luar, seolah-olah dikondisikan untuk mematikan industri sawit di tanah air,” ucapnya.
Belum lagi, opini yang menggiring masyarakat untuk tidak menggunakan minyak kelapa sawit, akibat kondisi itu kata Sumarjono, marak kabar kelapa sawit merugikan lantaran menjadi menyebabkan kebakaran hutan,” tandasnya.
Terkait hal itu masih kata Sumarjono, para pengusaha sawit di Sumsel meminta kepada pemerintah agar memperhatikan permasalahan ini. Bahkan, saat ini juga ada produk impor minyak nabati, yang bertuliskan “palm oil free” atau bebas dari minyak kelapa sawit.
“Tulisan itu seolah-olah menggunakan minyak kelapa sawit itu haram dan dianggap mengancam keberadaan kelapa sawit,” terangnya.
Padahal, lanjut dia kelapa sawit merupakan penyumbang terbesar devisa setelah migas. Terlebih Indonesia merupakan negara kedua penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. “Kami meminta pemerintah agar tegas kepada importir-importir seperti ini, yang terang-terangan ingin mematikan perindustrian kelapa sawit ini,” tandasnya. (Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here