Home HL Lubuk Linggau Ditetapkan KLB DBD

Lubuk Linggau Ditetapkan KLB DBD

58
0

[quote]Laporan:abiyasa[/quote]

PALEMBANG,jodanews.com – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumsel terus mengalami peningkatan. Saat ini tercatat 546 kasus DBD. Bahkan satu daerah telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), yaitu di Lubuklinggau.

Kurangnya kesadaran masyarakat, terhadap kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor berkembang biaknya nyamuk aedes agepty. ‘’ Nyamuk jenis ini berbeda dengan nyamuk pada umumnya, mereka lebih senang berkembang biak ditempat yang bersih, misalnya wadah bekas air minum, lalu bak mandi, tempayan yang dibiarkan terbuka dan lainnya, ‘’ jelas Kasi P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Mulyono.

“Kami (Dinkes Sumsel, red) hanya membantu, sedangkan tindakan medis bisa dilakukan oleh Dinkes Kabupaten/kota tersebut mengingat saat ini otonomi daerah ,” katanya.

Ditambahkannya, berdasarkan data yang berhasil dihimpun Dinkes Sumsel, penderita tertinggi juga berada di Lubuklinggau dengan total penderita sebanyak 108 orang, kemudian Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan penderita sebanyak 100 orang dan Kota Palembang dengan penderita sebanyak 76 orang.

“Untuk Kota Palembang sendiri, menurut kami wajar mengingat Kota Palembang merupakan kota besar yang pendudknya banyak. Selain itu, mobilitas penduduknya juga tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah tersebut masih dapat meningkat mengingat musim hujan terjadi sampai dengan bulan Maret mendatang. Karena itu, pihaknya memprediksi untuk puncak kasus ini terjadi pada Februari dan Maret mendatang.

“Kami menghimbau masyarakat lebih waspada mengingat kasus DBD ini belum ada vaksin sehingga sulit untuk diobati. Namun, DBD ini sendiri dapat dicegah dengan pola hidup sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nuraini menambahkan, sejauh ini upaya yang dilakukan Dinkes Sumsel telah dilakukan sejak Oktober yang lalu yakni membuat Surat Edaran (SE) tentang kesiapan peningkatan kasus DBD, membuat surat kesiapsiagaan ke setiap kab/kota di Sumsel, memberikan bantuan logistik Larvasida sebanyak 4009 kg setiap kab/ kota, memberikan logistik insektisida sebanyak 7250 liter ke kab/ kota, serta beberapa upaya lainnya.

“Kami berharap dengan kesiapsiagaan ini penderita DBD dapat diminimalisir,” harapnya.

Selain itu, Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk hidup sehat seperti menutup tempat penampungan air, membersihkan genangan air yang menjadi factor perkembang biakan nyamuk penyebab DBD.

“Kami juga menganjurkan untuk pemeliharaan ikan tempalo karena dapat membunuh jentik nyamuk selain itu lebih mudah dan murah,” tandasnya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, kasus DBD merupakan kasus yang terjadi setiap tahun, terutama pada musim penghujan.

Alex meminta masyarakat lebih peduli lagi dengan kebersihan lingkungan. ‘’ Saya sudah memerintahkan dinas kesehatan untuk waspada, termasuk pencegahan dan pengendalian DBD. Saya juga mengingatkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan bersih, ‘’ tandasnya. (editor: asep yusriansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here