Home HL Dewan Soroti Minimnya Dokter Spesialis di RSUD Ibnu Soetowo

Dewan Soroti Minimnya Dokter Spesialis di RSUD Ibnu Soetowo

51
0

Laporan : Edwin cadafi

BATURAJA, jodanews –Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Soetowo, kembali menjadi sorotan  wakil rakyat setempat. . Pasalnya saat dokter spesialis sedang libur, seorang pasien harus tertunda menjalani operasi.

“Saya sebagai wakil rakyat prihatin dengan kondisi RSUD Baturaja. Terutama masalah pelayanan dan minimnya tenaga dokter spesialis,” kata Zaplin Ipani, anggota DPRD OKU dari Partai Golkar, Senin (4/4).

Zaplin mengaku pernah merasakannya sendiri sewaktu sakit dan harus operasi, saat itu hari Sabtu dan ternyata harus tertunda dikarenakan dokter spesialis tidak ada, karena sedang liburan.

Baru-baru ini, kata Zaplin Minggu, malam kemarin, ada seorang pasien dari desanya terkena musibah. Kakinya luka dan harus di operasi karena pisau mesin potong rumput patah dan menancap di kaki.

“Namun operasi tidak bisa dilakukan karena dokter spesialis sedang tidak ada ditempat. Alasanya, ke Palembang karena hari libur. Ini yang membuat saya prihatin,” nama pasien itu Edi Yanto atau akrab di panggil Ujang (34) warga Desa Lubuk Leban, Kecamatan Sosoy Buay Rayab.

Untuk itu kata Zaplin, karena rumah sakit ini merupakan fasilitas untuk orang banyak dan menyangkut nyawa orang, kedepan kata dia Pemerintah harus memprogramkan anggaran untuk menyekolahkan dokter asli daerah Baturaja menjadi dokter spesialis.

“Kami DPRD akan mendukung hal ini. Sekolah dokter spesialis itu kedepan harus kita biayai. Namun dengan catatan dokter tersebut harus asli masyarakat OKU,” kata Zaplin.

Zaplin menilai, sebenarnya bisa saja pemerintah melakukan MoU dengan dokter spesialis dari luar. Namun hal itu ia rasa tidak epektif.

Sebab ia menilai kalau dokter tersebut keluarganya masih di luar Baturaja OKU, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal sama. Yakni pada hari libur dokter

spesialis itu akan pulang kampung untuk menemui keluarganya.

 

 

“Untuk itu harus dicari dokter spesialis dari OKU. Sebenarnya sudah ada, namun kita masih minim untuk tenaga kesehatan Dokter spesialis. Harapan kita dengan program pemerintah menyekolahkan gratis dokter-dokter ini, pelayanan terhadap masyarakat bisa jauh lebih baik lagi,” ungkapnya. (Editor : Elan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here