Danrem 044/Gapo Ikuti Acara Syukuran dan Penutupan Posko Satgas Siaga Darurat Bencana Asap

Sumber : Penrem 044/Gapo

PALEMBANG, Jodanews.com – Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji SIP SSos mengikuti kegiatan acara Syukuran dan Penutupan Posko Satgas Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumsel, di Ruang Pendopo Griya Agung Palembang, Senin (30/11/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebur, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Walikota Palembang H Harnojoyo, Pangdam II/Swj diwakili, Kapolda Sumsel diwakili Dirsamapta Kombes Pol Djuwito Purnomo, Kasi Ops Rem 044/Gapo Kolonel Inf Ari Sudarsono, Kolonel PNB Firman Wirayuda STM Soc Sc Danlanud Kolonel (P) Filda Malari Danlanal, Kepala Badan Resortasi Gambut RI Nazir Foaed, Kepala BNPBKL diwakili Plt. Direktur RI FPKP Bpk.Joko Sri Wismoko, Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzareki, Kajati Sumsel diwakili Asintel Kajati Syamsul Arifin, Pengadilan Tinggi Sumsel di wakili Hakim ADHOC TIPIKOR, Faisal Amrullah.

Turut pula hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0401/Muba Letkol Arh Faris Kurniawan ST MT, Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni SSos, Dandim 0403/OKU Letkol Arh Tan Kurniawan SAP MIP, Dandim 0405/Lahat Letkol Kav Syawaf Al Amien SE, Dandim 0406/Mura Letkol Inf Erwinsyah Taupan SH MSi, Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arm Farid Hidayat, PSC MSc, Dandim 0409/RL Letkol Inf Sigit Purwoko SE , Ka. Pelaksana BPBD Prov Sumsel H. Iriansyah, S.sos, SKM, M.Kes, Kabid Damkar Satpol-PP Prov Sumsel Zamhari Nawawi, ST. Msi, Kabid Linmas Satpol-PP Prov Sumsel Syahmudin, S.Sos. MSi

Danrem 044/Gapo dalam sambutnya menyampaikan, Karhutla masih menjadi permasalahan yang serius dan mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Lahan gambut yang kering, musim kemarau yang panjang serta budaya masyarakat yang masih menerapkan Sistem “ Sonor “ membuka lahan masih menjadi faktor utama penyebab terjadinya karhutla di daerah kita ini.

“Dampak negatif dari kebakaran ini adalah timbulnya gangguan kesehatan pada saluran pernapasan, kerugian dibidang perekonomi serta munculnya protes dari negara – negara tetangga, akibat adanya asap yang memasuki wilayah mereka, terlebih lagi terjadinya Karhutla Ini di masa-masa Pandemi Covid 19 seperti sekarang ini,” jelas Danrem.

Lanjut Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, untuk menanggulangi dampak hal tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 2981 kpts/bpbd-ss/2020 tanggal 20 Mei 2020 telah ditetapkannya status keadaan Siaga Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

“Hal Ini merupakan langkah untuk menyiapkan dan mengantisipasi sedini mungkin terhadap bahaya Karhutla, dan Keputusan Gubernur Nomor 318/kpts/bpbdss tanggal 5 Juni 2020 tentang pembentukan Pos Komando Satuan Tugas Siaga darurat bencana asap akibat Karhutla, sehingga Satgas Karhutla dalam penanganan Karhutla dapat berkoordinasi dengan semua pihak terkait,” imbuhnya.

Dikatakan Danrem 044/Gapo, saat ini BNPB, KLHK, Kapolri dan Panglima TNI telah bersatu padu dalam menyikapi ancaman Karhutla sedini mungkin sebelum api bergerak menjalar membakar lahan. Tindakan tegas juga diberikan bagi mereka yang secara sengaja melakukan pembakaran hutan. Sanksi administrasi, Perdata dan Pidana dijatuhkan untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan kepada warga/perusahaan yang membakar hutan dan lahan secara sembarangan.

“Pencegahan menjadi langkah yang paling ideal, efektif dan efisien dalam mengatasi ancaman karhutla dan menjadi prioritas. Edukasi pada masyarakat dan pemilik lahan harus menjadi fokus utama. Berdasarkan SK Gubernur Sumsel tersebut diatas yang telah berlaku sejak ditetapkan S/d 30 November 2020 dan Ditindak Lanjuti dengan pembentukan kembali Satgas Karhutla. pembentukan Pos Komando yang melibatkan organisasi perangkat Daerah,” tegas Danrem.

Pada kesempatan syukuran ini Danrem 044/Gapo menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim yang terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan, dan khususnya kepada Pilot dan Crew Pilot yang berasal dari Luar Negeri semoga merasa aman, nyaman bekerja dan berada di Kota Palembang, serta dapat kembali lagi dengan mengajak keluarga dan teman-teman untuk berwisata ke Kota Palembang.
“Selamat jalan untuk kembali pulang ke tanah air masing-masing atau meneruskan pekerjaan ditempat lainnya dan semoga selamat sampai ditempat tujuan,”ujarnya. (Editor Jon Heri)

   



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *