Home EMPAT LAWANG Dada Pasien Melepuh Terbakar Alat EKG

Dada Pasien Melepuh Terbakar Alat EKG

68
0

[quote]Laporan :agus subhan bakin[/quote]

EMPAT LAWANG, jodanews – Pelayanan di RSUD Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang menjadi sorotan. Baru – baru ini, seorang pasien bernama Ishar (64) mengalami luka bakar dibagian dada. Ini lantaran alat elektro kardiografi (EKG) terbakar. Ironisnya, peristiwa ini terjadi tepat saat alat pemeriksaan jantung tersebut dipasang di dada korban.
Informasi dihimpun, pasien Ishar mendatangi RSUD Tebing Tinggi, Rabu (10/2) siang. Ia ingin mengobati sakit usus turun yang dideritannya dengan cara operasi. Setelah dibawa ke ruang sal penyakit dalam, jantungnya diperiksa terlebih dahulu.
Pihak RSUD memeriksanya menggunakan alat EKG atau alat kesehatan yang berfungsi mengetahui kinerja organ jantung seseorang. Ini dilakukan untuk memastikan apakah pasien menderita penyakit jantung atau tidak. Jika tidak ada, operasi usus turun bisa dilakukan.
Namun setelah alat EKG ditempel dibagian dada pasien, alat mengalami kerusakan lalu terbakar dan menyebabkan bagian dada kirinya terbakar. “Alat itu ditempel di dala kiri dan kanan. Namun alatnya macet-macet dan pasien meraskan panas didadanya. Perawat sudah dikasih tahu, tapi masih sibuk memperbaiki alat itu,” ujar narasumber yang namanya tidak mau disebutkan.
Dikatakannya, ada lima titik luka bakar yang diderita pasien, semuanya dibagian dada kiri. Karena kejadian itu, proses operasi ditunda. “Sebelah kanan tidak apa-apa. Operasi sempat ditunda,” bebernya.
Plt Direktur RSUD Tebing Tinggi, Mardiana Sudeby didampingi Kabid Pelayanan, Seragi Saur membenarkan adanya kejadian tersebut. Alat EKG tersebut mengalami kerusakan dan saat ini sudah tidak digunakan, namun untuk penyebab pasti kerusakan alat tersebut dirinya tidak tahu.
“Kemungkinan konslet atau tegangan listrik yang tidak stabil karena sering byarpet,” ujarnya. Ditambahkannya, dada pasien hanya melepuh, tidak mempengaruhi bagian lain dan sekarang sudah ditanggulangi.
Dijelaskan Saur, alat EKG tersebut sudah sekitar 3 atau 4 tahun dan selama itu belum pernah dilakukan kalibrasi atau disetel ulang. Dulu pernah dianggarkan untuk dikalibrasi namun anggaranya dipangkas, tapi sekarang sudah dianggarkan lagi.
“Alat EKG saat ini ada tiga, satu rusak dan dua lagi masih bagus karena baru pengadaan akhir tahun lalu. Dengan adanya kejadian ini, kami akan lebih teliti menggunakan alat-alat dan kinerja SDM akan lebih ditingkatkan,” pungkasnya.(editor:asep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here