Home HL Bisnis Beras, Dua Gapoktan PALI dimodali Rp160 Juta

Bisnis Beras, Dua Gapoktan PALI dimodali Rp160 Juta

132
0

Laporan Resma

JODANEWS, PALI- Dua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten PALI, menerima bantuan permodalan usaha jual beli beras murah. Mereka membeli gabah dari petani, lalu menjual lagi pada masyarakat dalam bentuk beras.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten PALI ; Drs Agen Eleidi, menjelaskan, bantuan tersebut merupakan program Badan Ketahanan Pangan – Kementerian Pertanian RI, bertajuk Peningkatan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Tujuannya untuk menstabilkan harga kebutuhan dasar rakyat.

“Dua Gapoktan itu adalah Gapoktan Sumber Rezeki di Talang Ubi Utara dan Gapoktan Multi Abadi di Pengabuan Timur Kecamatan Abab. Masing – masing mendapat bantuan modal Rp160 juta,” tutur Agen, di kantornya, Selasa (3/4/2018).

Sistem bisnis yang dijalankan oleh dua Gapoktan yang berisi 40 Kelompok Tani itu, adalah membeli gabah kering panen dari petani, dengan plafon harga yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp4400 perkilogram. Lalu menjual lagi dalam bentuk beras pada masyarakat paling mahal Rp9250 perkilogramnya.

“Target yang ditetapkan hingga akhir tahun adalah 38 ton beras, tiap Gapoktan. Sedangkan rincian bantuan dana Rp100 juta untuk modal beli, dan dialokasikan modal operasional Rp60 juta,” urainya.

Agar menarik, lanjut Agen, beras yang siap jual akan dikemas secara khusus dengan merk yang ditetapkan pemerintah. Mereka juga akan mensuplay di warung sembako dengan harga yang bersaing.

Sarbeni, Ketua Gapoktan Multi Abadi, didampingi Penyuluh BP4K Tanah Abang ; Titi Widjonarko SP, pada kabarpali.com, menyatakan senang dengan bantuan pemerintah tersebut. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah kelangkaan gabah di kawasan PALI.

“Maklum saat ini belum memasuki musim panen. Selain itu kita juga dihadapkan dengan masalah harga yang sangat tinggi, di atas plafon yang ditetapkan,” ujarnya.

Namun demikian, bersama Dinas Ketahanan Pangan PALI, mereka akan segera berkoordinasi dengan pihak provinsi, untuk meminta petunjuk terkait hal itu.

“Sekarang kita optimis saja. Usaha yang disupport pemerintah ini akan berjalan dengan baik dan lancar. Serta dapat mencapai tujuannya, yakni menstabilkan harga beras di tengah maayarakat kita,” timpal Penyuluh Pendamping ; Titi Widjonarko.

Melalui media ini, ia juga berpesan jika ada warga yang mau menjual gabah kering panen, bisa menghubungi nomor ponsel 081278030365. Mereka menyatakan akan membelinya.(editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here