Banyuasin Panen Perdana Padi Rawa Lebak

Laporan Ria Anggraini

BANYUASIN, Jodanews.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru dan Bupati Banyuasin Askolani menghadiri panen perdana padi Sawah Lebak di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Sumsel, Sabtu (03/09/2020).

Hasil panen yang melimpah ini, sesuai dengan Visi Banyuasin Bangkit, yang memiliki program pokok andalan. Salah satunya Petani Bangkit. Ia juga menargetkan Kabupaten Banyuasin menjadi peringkat pertama produsen beras di Indonesia. Saat ini Banyuasin ada di urutan keempat.

Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya mengatakan, sektor pertanian di Banyuasin merupakan salah satu potensi yang patut dipertahankan dan terus dikembangkan.

“Secara nasional, Kabupaten Banyuasin telah menduduki posisi keempat sebagai daerah lumbung pangan,” ujarnya.

Karena itulah dalam waktu dekat, dirinya akan menugaskan seribu orang petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang akan membimbing petani.

“Kami sudah menyiapkan seribu PPL, untuk memberikan edukasi kepada para petani. Jadi satu desa akan ada satu PPL. Kami ingin para petani ini jadi pengusaha di lahannya sendiri,” tuturnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Banyuasin memiliki lahan sawah seluas 192.684 ha dan yang tercatat di LBS (ATR/BPN) seluas 174.381 hektar.

Sementara di Kecamatan Rantau Bayur tercatat lahan sawah seluas 17.974 hektar dan yang tercatat di LBS Tahun 2019 seluas 12.596 hektar. Rinciannya, lahan sawah lebak 12.178 hektar, sawah pasang surut 2 hektar, dan sawah tadah hujan 417 hektar.

Selain melakukan panen bersama masyarakat, Herman Deru bersama Bupati H Askolani juga memberikan sejumlah bantuan untuk kemajuan para petani di Kabupaten Banyuasin. Di antaranya 2 unit pompa air 6 inchi dan benih padi inbrida sebanyak 195,2 ton untuk 7.808 hektar sawah.

“Bantuan ini diberikan agar petani semakin semangat sehingga perkembangan pertanian di Banyuasin meningkat,” imbuhnya.

Sedangkan di Desa Tebing Abang, luas lahannya yakni 1.500 hektar dengan rata-rata produksi panen 5-6 ton perhektar.

Bupati Banyuasin H Askolani menjelaskan, Banyuasin merupakan salah satu kabupaten, yang memiliki potensi alam yang baik. Meskipun tidak menggunakan pupuk.

“Lahan pertanian di sini tetap subur, meskipun tidak menggunakan pupuk. Ini sangat luar biasa,” katanya.

Panen ini menghasilkan 5,8 ton gabah kering setiap hektar. Kalau digiling, hasilnya 3,5 ton beras. Kemudian kalau dijual dengan harga Rp10 ribu per kilogram, hasil yang didapatkan Rp35 juta.

Ia juga berharap petani di Rantau Bayur mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan seluruh perangkat daerah. Sebab untuk saat ini saja sudah banyak padi yang dihasilkan, apalagi mendapat dukungan penuh.

“Di sini masih pakai cara tradisional. Panen masih pakai alat ani. Mereka juga ingin panen dengan alat modern. Kalau dibantu Pemprov, DPRD, dan Kementrian bisa berubah. Padi sudah tanam 4 bulan bisa panen, potensi alam luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi perhatian yang diberikan Herman Deru terhadap para petani di Kabupaten Banyuasin.

“Perhatian Pak gubernur terhadap para petani di sini patut diapresiasi. Beliau juga tak segan membantu untuk peningkatan perkembangan pertanian. Sebab itu, kami berterima kasih,” pungkasnya(editor Jon Heri)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *