Laporan : Abiyasa / Penrem 044/Gapo
Palembang, Jodanews – Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. menyaksikan demonstrasi pemadaman api dengan menggunakan teknologi busa anti api (Nusantara Gapo 44), yang diciptakan Tim Riset Korem 044/Gapo di lapangan Makorem 044/Gapo, Rabu (22/6/2016).Dalam penjelasannya Danrem 044/Gapo Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP mengatakan, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) harus diatasi secara cepat, untuk itu Korem 044/Gapo telah melaksanakan pemantauan secara terus menerus di wilayah yang disinyalir rawan kebakaran. “Apabila terjadi kebakaran akan cepat diatasi, selain melaksanakan tugas pemantauan juga mengawasi masyarakat atau pihak lain yang sengaja membakar lahan maupun hutan untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Lanjut Kunto, Untuk mengatasi Karhutla dengan cepat, efektif dan efisien, maka dibentuk Tim Riset, guna menciptakan suatu metode dan bahan yang dapat digunakan untuk mencegah kebakaran yang diberi nama Nusantara Gapo 44, karena bahan tersebut menggunakan cairan yang aman dan ramah lingkungan tidak berbahaya bagi manusia, hewan maupun tanaman. Nusantara Gapo 44 ini bahannya sangat murah dan dapat diciptakan sendiri. “Dengan adanya tekhnologi ini diharapkan diwilayah Sumsel khususnya dan Nusantara umumnya dalam penanganan kebakaran sudah dapat menggunakan terapan teknologi ini,” jelasnya.
Sedangkan untuk pencegahan beberapa waktu yang lalu telah diluncurkan tekhnologi BOIS 44 yaitu berupa cairan paduan mikriorganisme yang disatukan berfungsi memperkecil, hingga menutupi rongga-rongga yang ada di lahan gambut. Dalam tempo tertentu yang nantinya lahan tersebut tidak mudah terbakar, dan tekhnologi ini telah ditebar di wilayah lahan gambut yang ada di Kab. OKI dan Kab. Banyuasin serta bekerja sama antara Korem 044/Gapo, BPBD, BNPB, Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan.
Hadir dalam acara tersebut Danrem 044/Gapo, para Kasi Korem, para Dan/Kabalakrem, Garda Ilmuwan Nusantara, Ka Damkar, BPBD, Disbun dan Dishut Prov. Sumsel serta PT. Sriwijaya Palm Oil. (Editor : Jon Heri)








