Home HL Kapolres Lahat Jaga Ketat Jembatan Amblas

Kapolres Lahat Jaga Ketat Jembatan Amblas

136
0

Laporan : Idham

 
LAHAT, Jodanews – Terkait amblas dan berlubangnya jembatan penghubung Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) di kawasan Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat Rabu sore, secara langsung mendapatkan perhatian dan atensi dari Kapolres Lahat, AKBP Rantau Isnur Eka Sik, langsung mengecek kondisi dilapangan.
Bahkan, dirinya juga di lapangan langsung menginstruksikan agar armada pengangkut batubara, baik itu yang besar maupun yang kecil, dilarang melintasi jembatan tersebut untuk sementara waktu. “Kita ingin mobil batubara baik yang besar, ataupun kecil tidak melewati jembatan ini lagi, karena dikhawatirkan akan memperburuk dan memperpendek usia jembatan saja yang kondisinya kami nilai sudah memprihatinkan ini,” pungkas Rantau, dijumpai kemarin.
Selain itu, kedepan untuk aktivitas lalulintas, disambungnya, dilapangan juga akan segera diberlakukan sistem buka tutup. Agar arus lalulintas berjalan dan bisa terkondisikan, apalagi jika dalam waktu dekat ini dikaitkan dengan musim arus mudik lebaran, pastinya nanti volume kendaraan akan meningkat. “Sistem buka tutup memang sejauh ini mejadi satu-satunya solusi yang bisa dilakukan dilapangan. Nanti kemungkinan kita akan tempatkan petugas Satlantas, dibantu dengan pihak Dishubkominfo melakukan pengawasan dan pengaturan dilapangan, demi kelancaran yang ada,” beber Rantau lagi. Seperti diketahui, dilapangan kemarin sudah nampak beberapa orang petugas terkait, dibantu masyarakat setempat sudah membangun semacam posko darurat untuk memantau kondisi dan situasi arus lalulintas kendaraan yang jelas terlihat padat, karena jembatan itu adalah satu-satunya akses perlintasan yang ada, menghubungkan Lahat – Muaraenim dan sebaliknya. “Antrian terkadang masih saja ada, tapi jelas tidak separah kemarin sore sampai malam harinya, karena sudah ado petugas yang mengatur sistem buka tutup jalur jembatan. Semuanya sudah jauh relatif lebih lancar, sembari menunggu upaya perbaikan yang kami anggap memang sudah sepatutnya dilakukan pihak terkait,” ujar Kuyung (31), seorang pengendara motor dijumpai di lokasi kemarin, saat diwawancarai disela sidak Kapolres.
Sebelumnya disebutkan, terkait kondisi dilapangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Pengairan Lahat, Ir Herman Oemar MM saat dihubungi via Hand Phone (HP) oleh wartawan menegaskan, pihaknya sudah mendapat laporan dari warga, kemudian juga sudah langsung melakukan upaya penanggulangan secepatnya. Diantaranya dikatakan Herman Oemar, dengan menghubungi dan melaporkan ke pihak Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional Sumsel di Palembang, perihal kondisi yang ada sore ini juga, dan langsung mendapat respons. Dikatakan pihak Balai Besar, paling lambat 1 X 24 jam ke depan, di lokasi jembatan kebur akan segera diambil tindakan sementara, yaitu pemasangan plat baja berukuran besar, guna antisipasi jembatan dan juga akses jalan nasional yang ada itu, hingga tak terjadi kemacetan. “Kedepan pihak balai besar juga mengaku akan segera menyikapi kondisi jembatan yang memang sudah berusia tua itu, untuk bisa dilakukan perbaikan dan perawatan lebih serius lagi,” tegas Herman Oemar. Ditanya mengenai kendaraan besar yang menjadi ‘kambing hitam’ di lapangan, Herman Oemar sendiri tak sepenuhnya sependapat. Menurutnya, untuk klasifikasi jembatan skala nasional seperti di Desa Kebur itu, jembatan yang ada bisa menampung beban yang ada. Akan tetapi memang tetap saja menurutnya, yang namanya perawatan jelas mutlak mesti dilakukan, dan sejauh ini jembatan kebur bisa dikatakan kurang mendapat perhatian itu.
“Kita Pemkab Lahat, dalam hal ini Dinas PU sendiri tak bisa terlalu berbuat banyak untuk jembatan kebur itu, karena masuk ke dalam aset negara atau nasional. Namun sebenarnya untuk laporan-laporan rutin sudah dilaksanakan secara periodik, termasuk kondisi terakhir hari ini, dan jelas butuh upaya secepatnya,” tegas Herman lagi.(Editor Jonheri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here