Home HL Dikatakan Prank Oleh Kepala Sekolah SMA N 4 Prabumulih Keluarga Korban...

Dikatakan Prank Oleh Kepala Sekolah SMA N 4 Prabumulih Keluarga Korban Angkat Bicara

206
0

Korban Akan Pindah Sekolah

Laporan Inggri

PRABUMULIH, Jodanews.com- Masih ingat dengan kasus tindakan bullying yang di lakukan pelajar SMA Negeri 4 Prabumulih yang merupakan adik kelasnya sendiri sempat viral sabtu, 24/08 kemarin tentunya masih hangat di perbincangkan para netizen di media sosial.

Dalam video viral tersebut pelajar SMA berinisial (DA) melakukan bully dengan cara mengilani wajah dan menarik hijab yang di kenakan si korban yang merupakan adik kelasnya sendiri (AP) pada saat Jam istirahat di sekolah.

Tidak hanya itu Dalam video tersebut di duga terjadi karena masalah picu kisah asmara anak SMA sehingga terjadi kejadian bully tersebut yang berujung melibatkan keluarga korban, dan pihak sekolah.

Dalam kejadian tersebut Ena yang merupakan adik kandung dari ayah AP mengatakan,” setelah mendengar kabar dari pihak sekolahan dan video tersebut kami segera di pertemukan dengan pihak keluarga si pelaku dan melibatkan pihak kepolisian terkait bully tersebut’, kata ena.

Lanjutnya”, pada saat itu memang antar  keluarga sudah damai dan si pelaku juga meminta maaf sambil merengek menangis terhadap adik kami AP dan disuruh Kepala sekolah untuk berfoto bersama namun hukum tetap harus berjalan dan kami serahkan sepenuhnya terhadap pihak kepolisian”, ucap ena.

“Tapi yang kami sesalkan kenapa kepala sekolah ngomong itu hanya main maianan alias “Prank” padahal itu memang real di bully ini namanya harga diri kami makin terinjak  sudah jatuh tertimpa tangga dan kalau di katakan itu seperti itu kami tidak terima seolah ini jadi bahan permainan dan kalau di anggap seperti itu untuk apa diadakan pertemuan keluarga pakai di atas materai dan sebelumnya kejadian nya tidak di bilang “prank” dan kami akan pindahkan dari sekolah itu itu mulai esok”, jelas ena kepada wartawati jodanews.com Senin, 26/08/2019.

Erawadi, yang juga suami dari Ena menambahkan,”  ya kabar prank itu bohong ini murni bully, kami sebelumnya menghargai pihak sekolah untuk berdamai oke kami turuti namun hukum kan tetap berjalan, kami sangat kecewa dengan kepala sekolah kalau itu prank”, ujarnya.

Sementara itu, kepala sekolah SMA Negeri 4 Prabumulih mengungkapkan,” sebenarnya mereka itu kan sebenarnya berkawan dalam grup yang sama dan di rekam untuk konten mereka sendiri namun kenapa keluarga melaporkan ke pihak berwajib karena pihak keluarga belum mengetahui kalau itu cuma konten mereka dan untuk di jelaskan kami ada kan pertemuan antar keluarga untuk berdamai dan itu sudah di lakukan selesai dan keduanya berdamai kalau dari pihak sekolah”, tuturnya.

Namun untuk urusan hukum mereka lapor itu urusan dari kepolisian keluarga mereka sendiri karena kalu dari pihak sekolah sudah berdamai dan kalau memang terbukti untuk sanksi pasti ada namun itu akan kami musyawarahkan kepada diknas dan komite sekolah”, pungkasnya.(editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here